Pengamat Soroti Ketimpangan Ekonomi Banten, Meksi Tumbuh 5,64 Persen

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perekonomian Banten masih bergantung pada industri, meski daerah ini memiliki sawah dan perkebunan yang luas. (Dok/Total Banten)

Perekonomian Banten masih bergantung pada industri, meski daerah ini memiliki sawah dan perkebunan yang luas. (Dok/Total Banten)

TOTALBANTEN.COM, SERANG – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada Triwulan I 2026 menunjukkan kinerja yang positif. Namun, di balik angka pertumbuhan tersebut, struktur ekonomi daerah masih memperlihatkan ketergantungan yang kuat pada sektor industri pengolahan, sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih tertinggal meski memiliki potensi sumber daya yang besar.

Berdasarkan data BPS Banten terkait Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 menunjukkan ekonomi Banten pada Triwulan I 2026 mencapai Rp144,96 triliun. Angka itu tumbuh 5,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp137,22 triliun.

BACA JUGA :  Relokasi SDN Inpres Cikeusal Masuki Tahap Konstruksi, WSP Percepat Pembangunan Sekolah Pengganti

Dari seluruh lapangan usaha, sektor industri pengolahan menjadi kontributor terbesar dengan nilai tambah mencapai Rp47,69 triliun atau sekitar 32,9 persen dari total PDRB Banten. Kontribusi tersebut jauh melampaui sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang hanya menyumbang Rp9,03 triliun atau sekitar 6,2 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini menggambarkan bagaimana kawasan industri di Tangerang Raya, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon masih menjadi motor utama perekonomian daerah.

Sementara itu, wilayah selatan seperti Kabupaten Lebak dan Pandeglang yang dikenal sebagai daerah agraris dan perikanan belum mampu memberikan kontribusi ekonomi yang sebanding dengan potensi yang dimiliki.

BACA JUGA :  Relokasi SDN Inpres Cikeusal Masuki Tahap Konstruksi, WSP Percepat Pembangunan Sekolah Pengganti

Pengamat Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Dr. Hady Sutjipto, menilai dominasi sektor industri pengolahan sebenarnya merupakan bagian dari proses transformasi ekonomi yang lazim terjadi di banyak negara berkembang.

“Dalam teori pembangunan ekonomi, hampir semua negara maju mengalami transformasi struktur ekonomi dari sektor primer menuju sektor industri. Karena itu, dominasi industri tidak bisa langsung dianggap sebagai sesuatu yang buruk,” kata Hady kepada Total Banten, Minggu (21/6/2026).

Menurut dia, sektor industri memiliki kemampuan menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan sektor primer. Karena itu, kontribusi industri yang mencapai hampir sepertiga PDRB Banten dapat dipahami sebagai konsekuensi dari proses industrialisasi yang berlangsung selama beberapa dekade terakhir.

BACA JUGA :  Relokasi SDN Inpres Cikeusal Masuki Tahap Konstruksi, WSP Percepat Pembangunan Sekolah Pengganti

Meski demikian, Hady mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari besarnya kontribusi industri terhadap PDRB.

“Yang lebih penting adalah apakah industri tersebut mampu menciptakan pertumbuhan yang berkualitas. Apakah mampu menyerap tenaga kerja lokal, memperkuat UMKM, membuka pasar bagi produk pertanian dan perikanan, serta mengurangi kemiskinan dan ketimpangan,” ujarnya.

Ketimpangan Utara dan Selatan

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga OPD di Kabupaten Serang Kuasai Separuh Anggaran Sewa Hotel Rp8,31 Miliar
Sewa Hotel Rp8,31 Miliar Kerap di Luar Daerah, Kabag Perekonomian Sentil OPD Kabupaten Serang
Tulang Punggung Ekonomi Banten Ditopang Industri, Sektor Primer Tertinggal di Tengah Potensi Besar
Bidik Pasar Indonesia, AceKid Kenalkan Standar Baru Susu Formula Pertumbuhan
Kejar Target Ekonomi 8 Persen, Wamenkop Ingin Koperasi Desa Merah Putih di Banten Jadi Tulang Punggung
DPRD Desak BPR Serang Cari Terobosan Baru, Kredit Bermasalah Tembus Rp30 Miliar
Debitur Karyawan Kena PHK Jadi Penyumbang Terbesar Kredit Macet di BPR Serang
Kredit Macet di BPR Serang Tembus Rp30 Miliar, Pemkab Dorong Pembentukan Satgas

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:05

Tiga OPD di Kabupaten Serang Kuasai Separuh Anggaran Sewa Hotel Rp8,31 Miliar

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:55

Sewa Hotel Rp8,31 Miliar Kerap di Luar Daerah, Kabag Perekonomian Sentil OPD Kabupaten Serang

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:47

Pengamat Soroti Ketimpangan Ekonomi Banten, Meksi Tumbuh 5,64 Persen

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:51

Tulang Punggung Ekonomi Banten Ditopang Industri, Sektor Primer Tertinggal di Tengah Potensi Besar

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:09

Bidik Pasar Indonesia, AceKid Kenalkan Standar Baru Susu Formula Pertumbuhan

Berita Terbaru