Dilema Peternak dan Jatuhnya Harga Unggas
Di saat petani padi menikmati margin keuntungan, kondisi kontras justru dialami oleh subsektor peternakan (NTP-T). Subsektor ini mencatat penurunan terdalam, yakni merosot 1,66 persen menjadi 94,23.
Penurunan ini disebabkan oleh jatuhnya harga komoditas unggas di tingkat peternak sebesar 2,28 persen dan hasil ternak sebesar 1,83 persen. Komoditas yang menekan pendapatan peternak mulai Telur ayam ras turun 4,48 persen, Ayam ras pedaging, turun 2,69 persen, ayam kampung turun 0,47 persen
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun harga hewan ternak besar seperti sapi potong naik 2,98 persen dan kambing naik 3,50 persen, kenaikan tersebut belum mampu menyelamatkan subsektor peternakan secara keseluruhan dari zona koreksi.
Perikanan dan Perkebunan Rakyat Ikut Merosot
Tren penurunan juga membayangi sektor perkebunan dan perikanan tangkap:
Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-R), turun 1,25 persen menjadi 112,79. Penurunan ini dipicu merosotnya komoditas utama seperti aren/enau (4,08 persen) dan kelapa sawit (2,12 persen).
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya








