Tulang Punggung Ekonomi Banten Ditopang Industri, Sektor Primer Tertinggal di Tengah Potensi Besar

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perekonomian Banten masih bergantung pada industri, meski daerah ini memiliki sawah dan perkebunan yang luas. (Dok/Total Banten)

Perekonomian Banten masih bergantung pada industri, meski daerah ini memiliki sawah dan perkebunan yang luas. (Dok/Total Banten)

TOTALBANTEN.COM, SERANG – Di tengah bentang luas lahan pertanian serta potensi kelautan yang tersebar di berbagai wilayah, struktur ekonomi Provinsi Banten hingga kini masih memperlihatkan ketimpangan komposisi antarsektor.

Sektor industri pengolahan tetap menjadi penopang utama perekonomian daerah, sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih berada pada porsi yang relatif kecil meski memiliki basis sumber daya yang besar.

Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 Triwulan I 2026 mencatat perekonomian Banten mencapai Rp144,96 triliun, tumbuh sekitar 5,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp137,22 triliun.

Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas ekonomi riil di berbagai sektor masih bergerak positif. Namun di balik capaian tersebut, struktur ekonomi Banten tetap menunjukkan ketergantungan yang kuat pada sektor industri pengolahan.

Lapangan usaha ini mencatat nilai tambah sebesar Rp47,69 triliun atau sekitar 32,9 persen dari total PDRB daerah.

BACA JUGA :  Beras Jadi Perhatian, Pemkot Serang Perketat Pengendalian Inflasi

Angka tersebut menempatkan industri sebagai motor utama ekonomi Banten, jauh meninggalkan sektor-sektor berbasis sumber daya alam.

Sebaliknya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan hanya menyumbang sekitar Rp9,03 triliun atau 6,2 persen dari total PDRB.

Kontribusi ini berarti lebih dari lima kali lebih kecil dibandingkan sektor industri pengolahan, meski sektor primer tersebut menjadi tumpuan hidup sebagian masyarakat di wilayah selatan Banten seperti Lebak dan Pandeglang.

BACA JUGA :  Data Calon Siswa SPMB Hilang, Wagub Banten "Murka" Ancam Pecat Kepala Sekolah

Kondisi ini menegaskan adanya ketidakseimbangan antara potensi dan kontribusi ekonomi. Banten memiliki hamparan lahan pertanian yang luas serta garis pantai yang panjang dengan potensi perikanan tangkap maupun budidaya.

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Sampah Menjadi Bahan Bakar, Wamenko Pangan Tinjau RDF Berkapasitas Ribuan Ton di Indah Kiat Serang
Indonesia Butuh 456.000 Talenta Digital per Tahun, Pelatihan Vokasi Diperkuat
Urgensi Logo Baru Bank Banten di Tengah Potensi Belanja Baru
Wirasinga Juara Lomba Desa Kabupaten Pandeglang, Inovasi Opak Antar ke Tingkat Provinsi
10 Tahun Bank Banten; Pembayaran Pajak Digital Masih Numpang Bank BJB, Arus RKUD Bocor?
Tiga OPD di Kabupaten Serang Kuasai Separuh Anggaran Sewa Hotel Rp8,31 Miliar
Sewa Hotel Rp8,31 Miliar Kerap di Luar Daerah, Kabag Perekonomian Sentil OPD Kabupaten Serang
Pengamat Soroti Ketimpangan Ekonomi Banten, Meksi Tumbuh 5,64 Persen

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 13:41

Dari Sampah Menjadi Bahan Bakar, Wamenko Pangan Tinjau RDF Berkapasitas Ribuan Ton di Indah Kiat Serang

Selasa, 1 September 2026 - 15:34

Indonesia Butuh 456.000 Talenta Digital per Tahun, Pelatihan Vokasi Diperkuat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00

Urgensi Logo Baru Bank Banten di Tengah Potensi Belanja Baru

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:39

Wirasinga Juara Lomba Desa Kabupaten Pandeglang, Inovasi Opak Antar ke Tingkat Provinsi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:40

10 Tahun Bank Banten; Pembayaran Pajak Digital Masih Numpang Bank BJB, Arus RKUD Bocor?

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page