TOTALBANTEN.COM, SERANG – Matahari baru meninggi ketika Marnah (73) membuka pintu rumahnya di Kampung Pasir Padudukan, Desa Kampung Baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Kamis (23/7/2026).
Rumah sederhana yang ditempatinya sejak kecil itu kini nyaris tak lagi layak disebut sebagai tempat tinggal.
Dinding rumah tampak kusam dan lapuk dimakan usia. Atapnya dipenuhi tambalan, sementara lantai yang lembap masih menyisakan genangan air bekas hujan. Bangunan itu berdiri rapuh di antara rumah-rumah lain yang kondisinya jauh lebih layak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama lebih dari tujuh dekade, Marnah bertahan hidup di rumah tersebut. Rumah yang semestinya menjadi tempat berlindung justru menjadi sumber kecemasan setiap kali musim hujan datang.
“Saya tinggal di rumah ini sudah lupa berapa tahun. Sejak kecil sudah di sini, sejak bapak dan ibu masih ada. Kalau disamakan dengan umur saya, ya sudah lebih dari 72 tahun,” kata Marnah.
Hampir tak ada bagian rumah yang benar-benar utuh. Dinding berlubang di sejumlah sisi, sementara atap bocor di banyak titik. Saat matahari terik, hawa panas langsung masuk ke dalam rumah. Sebaliknya, ketika hujan turun, air lebih dahulu menggenangi ruangan.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya








