“Tuhan, Kenapa Harus Anak Saya?”: Ratapan Ibu di Serang Setelah Predator Merampas Segalanya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 03:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi : Ketakutan dan Trauma Korban Pelecehan Seksual, Dok (Net/Totalbanten).

Ilustrasi : Ketakutan dan Trauma Korban Pelecehan Seksual, Dok (Net/Totalbanten).

Sejak Desember lalu, AL mulai mengintai Melati. Motifnya pun mencengangkan sekaligus menyakitkan.

“Korban memang masih berusia 13 tahun, namun memiliki postur badan yang besar. Ini yang memicu nafsu bejat tersangka,” ungkap Kasatreskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady, Jumat (24/4/2026).

Aksi biadab itu dilakukan AL berulang kali di sebuah ruang kelas yang sedang sepi, tak jauh dari tempat tinggal mereka. Tak cukup hanya melakukan rudapaksa, AL merancang skenario untuk mengunci korban dalam ketakutan abadi.

Secara diam-diam, ia merekam aksi asusila tersebut menggunakan ponselnya. Rekaman video dalam ponsel itu berubah menjadi “borgol digital”.

Dengan ancaman akan menyebarkan video tersebut, AL memaksa Melati untuk terus menuruti nafsu setannya. Lebih jauh lagi, ia menjadikan Melati sebagai ATM berjalan.

Ketakutan akan aib membuat Melati kehilangan akal sehat. Ia dipaksa mengambil uang dan perhiasan milik ibunya demi memuaskan ketamakan AL.

BACA JUGA :  Musda XI, Fahmi Hakim Perkuat Kesolidan Kader Partai Golkar di Kabupaten Serang

“Awalnya kami kehilangan uang Rp500 ribu, lalu perhiasan emas ibu juga raib. Total kerugian mencapai lebih dari Rp5,5 juta,” tambah NR, Kakak korban.

Misteri hilangnya barang berharga di rumah itulah yang menjadi pintu masuk terungkapnya kasus ini. Orang tua korban yang curiga kemudian menginterogasi Melati dan memeriksa ponselnya.

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita : totalbanten.com

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Banten Klaim Tekan Kriminalitas dan Kecelakaan pada Semester I 2026, Ungkap Ratusan Kasus Kejahatan
Dua Dekade Menunggu Rumah Layak, Tangis Kartika Pecah Saat Menerima Kunci Harapan Baru
Pegawai Koperasi TNUK Diterkam Buaya di Perairan Ujung Kulon, Kondisinya Bikin Pilu
Di Exciting Banten Festival 2026, Mendes Yandri Janjikan Bantuan untuk Desa Wisata
Enam Lumba-Lumba Terekam Bermain di Perairan Pandeglang
Sebuah Truk Tabrak Deretan Warung di Tanjakan Bangangah, Bangunan Hancur dan Motor Rusak
Alarm Bahaya! Kasus Perkosaan dan KDRT Meningkat di Pandeglang Tahun 2026
Kasus BPN Kota Serang Bisa Berkembang ke TPPU, Kejari Masih Telusuri Manipulasi Keuangan
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami.

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:08

Polda Banten Klaim Tekan Kriminalitas dan Kecelakaan pada Semester I 2026, Ungkap Ratusan Kasus Kejahatan

Senin, 29 Juni 2026 - 14:25

Pegawai Koperasi TNUK Diterkam Buaya di Perairan Ujung Kulon, Kondisinya Bikin Pilu

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:17

Di Exciting Banten Festival 2026, Mendes Yandri Janjikan Bantuan untuk Desa Wisata

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:58

Enam Lumba-Lumba Terekam Bermain di Perairan Pandeglang

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:30

Sebuah Truk Tabrak Deretan Warung di Tanjakan Bangangah, Bangunan Hancur dan Motor Rusak

Berita Terbaru