TOTALBANTEN.COM, SERANG – “Tuhan, kenapa harus anak saya?” ratapan itu kerap terbesit di pikiran seorang ibu di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, yang terluka melihat anak gadisnya kehilangan kesucian.
Di sebuah sudut sunyi Kecamatan Cikeusal, denyut kehidupan seorang gadis kecil berusia 13 tahun seolah terhenti. Sebut saja namanya Melati (Nama Samaran).
Seharusnya, saat ini ia sedang sibuk berdiskusi tentang tugas sekolah atau bermain bersama kawan sebaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, yang terjadi justru sebaliknya, Melati kini terpenjara dalam kamar, mendekap trauma yang tak kunjung pulas.
Luka yang ia bawa memang tak berdarah, namun kedalamannya telah mengoyak masa depannya. Di balik dinding rumahnya, kesunyian kerap pecah oleh jeritan histeris.
Melati sering berteriak sendiri setiap kali memori kelam tentang sosok AL (21), pria tetangganya yang tega merenggut kesuciannya, melintas di kepala.
“Dia trauma berat. Kalau ingat kejadian itu, dia teriak-teriak. Hati kami sebagai keluarga hancur melihatnya,” cerita NR, Kakak korban dikediamannya, Jumat (8/5/2026).
Siapa sangka, AL yang dikenal sebagai pekerja tukang cuci di salah satu kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Serang, menyimpan sisi gelap yang mengerikan.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






