Pilu! 9 Tahun Bertahan di Rumah Rapuh, Nurjamal Hidup dengan Doa dan Ember Penadah Bocor

Sabtu, 7 Februari 2026 - 19:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Rapuh dengan Atap Bolong di pojokan perumahan Geraha Cisait, Desa Cisait, kecamatan keragilan. (Doc: Totalbanten)

Rumah Rapuh dengan Atap Bolong di pojokan perumahan Geraha Cisait, Desa Cisait, kecamatan keragilan. (Doc: Totalbanten)

TOTALBANTEN.COM, SERANG – Di pinggiran Perumahan Graha Cisait, Kabupaten Serang, Banten, sebuah rumah rapuh berdiri nyaris roboh. Di sanalah Nurjamal menjalani hidupnya sembilan tahun lamanya bersama istri, tiga anak, dan seorang mertua yang telah lanjut usia.

Diketahui Rumah nurjamal dengan dingding Anyaman Banbu yang lapuk, Atap yang bolong terbuat dari welit hingga di lapisi bener kampanye yang sudah bertahun-tahun nyaris tak layak disebut hunian. Namun semangat hidup Nurjamal tak pernah benar-benar runtuh.

BACA JUGA :  Riwayat Pencemaran Sungai Ciujung: PT Cipta Paperia Berulang Kali Terseret Kasus Limbah

Setiap hari, doa menjadi sandaran utama, Nurjamal berharap uluran tangan pemerintah datang menghampiri kehidupannya yang serba kekurangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjadi tulang punggung tunggal bagi 5 orang anggota keluarga yang bergantung sepenuhnya pada penghasilannya yang tak menentu.

Pantauan totalbanten.com di lokasi, pemandangan memilukan terlihat jelas. Seorang nenek tua mertua Nurjamal terpaksa tidur di luar rumah dengan kelambu kusut sebagai pelindung dari nyamuk.

BACA JUGA :  Target Puluhan Ribu Kopdes Rampung 2026, Persoalan Lahan Masih Jadi Tantangan di Daerah

Bukan karena ingin, melainkan karena keterbatasan ruang dan kondisi rumah yang tak memungkinkan.

Nurjamal merupakan warga Perumahan Graha Cisait, RT 04 RW 06, Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.

Ia mengaku telah tinggal di rumah tersebut sekitar sembilan tahun dengan kondisi yang nyaris tak berubah.

“Sudah sekitar sembilan tahun tinggal seperti ini. Paling diperbaiki cuma atapnya saja,” ujar Nurjamal denagan mata berkaca kaca Saat di temui di rumahnya, Sabtu (7/2/2026).

BACA JUGA :  Kabupaten Serang Dikepung Bencana Hidrometeorologi, 21.304 Jiwa Terdampak

Ia mengaku sudah berulang kali mengadu ke pihak desa. Namun, yang ia terima hanya janji tanpa kepastian.

Penulis

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita : Total Banten

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang
Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen
Forum Anak Sampaikan Lima Tuntutan, Pemprov Banten Janji Wujudkan Aspirasi Forum Anak.
Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus
Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik
TPT Kabupaten Serang Tetap Tinggi Meski Turun 0,2 Persen
Gubernur Banten Alokasikan Rp10,8 Miliar untuk Bangun Jembatan di Serang, Ditargetkan Rampung November 2026
Disnakertrans Kabupaten Serang Akui Penyerapan Tenaga Kerja Rendah
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:57

72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:27

Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:02

Forum Anak Sampaikan Lima Tuntutan, Pemprov Banten Janji Wujudkan Aspirasi Forum Anak.

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:45

Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:50

Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik

Berita Terbaru