TOTALBANTEN.COM, LEBAK – Di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional, ironi akses pendidikan masih nyata di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak, Banten.
Puluhan siswa sekolah dasar negeri di Kecamatan Cikulur dan Warunggunung harus melewati jalan rusak, berlumpur, dan tergenang air setiap hari demi bisa sampai ke sekolah.
Pantauan di ruas jalan penghubung Kampung Suminta, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, hingga sejumlah titik di Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, menunjukkan kondisi infrastruktur yang jauh dari layak.
Permukaan jalan tertutup lumpur dan genangan air, bahkan di beberapa bagian nyaris menutup seluruh badan jalan.
Di jalur licin itu, anak-anak berjalan perlahan, menjaga keseimbangan agar tidak terpeleset. Sepatu yang mereka kenakan kerap sudah kotor sebelum memasuki ruang kelas.
Tak jarang, mereka memilih melepas alas kaki dan menggulung celana untuk menembus genangan air yang cukup dalam.
Situasi tersebut bukan kejadian sesaat, melainkan rutinitas harian yang telah berlangsung lama. Tas sederhana berisi buku pelajaran yang mereka bawa menjadi penanda tekad untuk tetap belajar di tengah keterbatasan.
Editor : Imam Maulana
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
