“Cilegon adalah kota industri dengan jumlah pelajar dan mahasiswa magang yang tidak sedikit. Sangat mungkin ada korban lain yang mengalami hal serupa, namun tidak berani speak up karena tekanan, relasi kuasa, atau ketakutan akan dampak terhadap masa depan mereka,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik pemerintah, perusahaan, maupun institusi pendidikan, untuk melakukan langkah antisipatif yang konkret dan sistematis.
“Perlu ada keseriusan dalam membangun sistem pencegahan yang kuat, termasuk edukasi, pengawasan, serta mekanisme pelaporan yang benar-benar aman dan melindungi korban. Jangan sampai kasus seperti ini terus berulang karena kelalaian sistem,” tambahnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
GMNI Kota Cilegon menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi titik balik bagi industri perhotelan dan sektor kerja lainnya untuk berbenah secara serius.
Penguatan sistem pengawasan dan penyediaan kanal pelaporan yang aman, independen, dan berpihak pada korban menjadi hal yang mendesak untuk diterapkan.
Sebagai bentuk sikap, GMNI menyatakan berdiri bersama korban dan mendukung penuh penegakan hukum yang adil, transparan, dan tanpa intervensi pihak mana pun.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : Totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






