Akademisi UNIS Soroti Penjabaran APBD Banten Tak Dipublikasikan Utuh, Komitmen Transparansi Dipertanyakan

Senin, 9 Maret 2026 - 12:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akademisi UNIS Tangerang, Adib Miftahul. (Dok)

Akademisi UNIS Tangerang, Adib Miftahul. (Dok)

Penerimaan pembiayaan: Rp95.540.400.983

Pengeluaran pembiayaan: Rp138.497.733.036

Dengan demikian, pembiayaan netto tercatat minus Rp42.957.332.053, sehingga sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) tahun berjalan tercatat Rp0.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun tanpa lampiran rincian tersebut, publik tidak dapat mengetahui secara detail bagaimana alokasi anggaran daerah digunakan, mulai dari belanja pegawai, proyek pembangunan hingga program pemerintah lainnya.

Akademisi Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, Adib Miftahul, menilai tidak dipublikasikannya dokumen penjabaran APBD secara lengkap di JDIH menimbulkan pertanyaan serius terkait komitmen transparansi pemerintah daerah.

BACA JUGA :  Danantara Jadi Acuan, PBG Proyek PSEL di Banten Masih Menunggu Kejelasan

Menurutnya, dalam praktik birokrasi memang terdapat sejumlah alasan teknis yang terkadang membuat dokumen belum dipublikasikan, seperti proses pengesahan yang belum selesai, keterlambatan penetapan APBD, atau adanya penyesuaian anggaran.

“Kalau alasan teknis seperti itu biasanya masih bisa dipahami. Tetapi dalam konteks sekarang momentumnya bukan itu. APBD sudah berjalan, seharusnya dokumen penjabaran anggaran sudah siap dan bisa diakses publik,” kata Adib saat dihubungi melalui WhatsApp, Senin (9/3/2026).

BACA JUGA :  Alokasi Anggaran Dindikbud Kab Serang Capai Rp1 Triliun Lebih, Tapi Gaji Guru PPPK Tak Jelas

Ia menilai, ketika rincian anggaran tidak dipublikasikan secara terbuka, publik justru akan mempertanyakan komitmen transparansi Pemerintah Provinsi Banten.

Terlebih sebelumnya pimpinan daerah kerap menyampaikan komitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.

“Kalau komitmennya Banten tanpa korupsi, transparansi itu harus dibuktikan. Penjabaran APBD saja tidak dipublikasikan secara utuh. Ini yang akhirnya menimbulkan tanda tanya di publik,” ujarnya.

BACA JUGA :  Tender Sekolah Banten Ada 'Kongkalikong' Spesialis Kontruksi Olahraga Lolos Bangun Gedung Pendidikan

Adib menegaskan bahwa di era keterbukaan informasi saat ini, publikasi detail anggaran merupakan kewajiban pemerintah.

Penulis : Dirhat

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita : Totalbanten.com

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ratu Rachmatuzakiyah Tegaskan Komitmen Muslimat NU Banten untuk Umat
Kebutuhan PJU Capai 24 Ribu Titik, Dishub Kab Serang Ngaku Kekurangan Anggaran
Polda Banten Gerebek THM di Serang, Bidik Peredaran Narkoba Modus Vape
Jejak PT ABM Banten; Dari Ambisi Hilirisasi ke Ladang Korupsi Puluhan Miliar
Pembayaran Pajak Kendaraan di Banten Tak Langsung ke RKUD Pemprov
PT ABM Diduga Jadi Ladang Korupsi, Kejati Banten Sita 90 Bundel Berkas dan Periksa Eks Bos!
Dualisme Pemungut Pajak di Kota Tangerang, Tabrak Aturan?
Oknum Jaksa Kejati Banten Diduga Jual Aset Barang Bukti First Travel
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 21:31

Ratu Rachmatuzakiyah Tegaskan Komitmen Muslimat NU Banten untuk Umat

Sabtu, 18 April 2026 - 18:05

Kebutuhan PJU Capai 24 Ribu Titik, Dishub Kab Serang Ngaku Kekurangan Anggaran

Sabtu, 18 April 2026 - 13:42

Polda Banten Gerebek THM di Serang, Bidik Peredaran Narkoba Modus Vape

Jumat, 17 April 2026 - 10:23

Jejak PT ABM Banten; Dari Ambisi Hilirisasi ke Ladang Korupsi Puluhan Miliar

Jumat, 17 April 2026 - 10:11

Pembayaran Pajak Kendaraan di Banten Tak Langsung ke RKUD Pemprov

Berita Terbaru