Muhaimin sapaan cak imin juga menilai di tengah perkembangan teknologi yang canggih dapat mempengaruhi pengambilan keputusan publik, arah demokrasi tidak boleh diserahkan sepenuhnya kepada teknologi. Kualitas media dan tanggung jawab jurnalistik, kata dia, tetap menjadi penentu utama.
Ia menegaskan jurnalisme tidak pernah bersifat netral. Pers memiliki peran strategis dalam membentuk peradaban, mendorong perubahan sosial, sekaligus membuka kabut informasi yang berpotensi menyesatkan publik.
“Jurnalisme adalah kekuatan yang membentuk peradaban dan menjadi motor perubahan. Karena itu, kepentingan bangsa tidak bisa dilepaskan dari cara pers bekerja dan memaknai tanggung jawab sejarahnya,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Editor : Engkos Kosaasih
Sumber Berita : totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






