Namun, ada rencana untuk membuka cabang pelatihan di Kota Serang pada tahun ini.
“Tahun ini kami usahakan pelatihan bisa dilakukan langsung di Kota Serang,” ujarnya.
Dalam proses pelatihan, peserta tidak hanya dibekali bahasa dan keterampilan teknis, tetapi juga budaya dan tata krama kerja Jepang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para peserta tinggal di asrama dengan jadwal ketat, mulai bangun pukul 05.00 WIB hingga briefing pagi. Penggunaan telepon genggam dibatasi dan hanya diberikan jika nilai harian peserta mencapai target minimal.
“Setiap hari ada penilaian, targetnya 80. Kalau satu minggu nilainya baik, baru boleh pegang handphone,” katanya
Terkait kontrak kerja, Dita menjelaskan bahwa pekerja di Jepang umumnya dikontrak selama satu tahun dan dapat diperpanjang berkali-kali.
“Di Jepang itu kebalikannya. Perusahaan yang bertanya apakah pekerja masih mau lanjut atau tidak. Saat wawancara pun, semakin lama mereka ingin bekerja, peluang diterimanya semakin besar,” pungkasnya.***
Editor : Engkos Kosasih






