Pemkot Serang Gandeng LPK KJS Bidik 100 Pekerja ke Jepang

Selasa, 3 Februari 2026 - 21:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil walikota Serang, Nur Agis Aulia, bersama LPK KJS, (Doc: Totalbanten)

Wakil walikota Serang, Nur Agis Aulia, bersama LPK KJS, (Doc: Totalbanten)

Namun, ada rencana untuk membuka cabang pelatihan di Kota Serang pada tahun ini.

“Tahun ini kami usahakan pelatihan bisa dilakukan langsung di Kota Serang,” ujarnya.

Dalam proses pelatihan, peserta tidak hanya dibekali bahasa dan keterampilan teknis, tetapi juga budaya dan tata krama kerja Jepang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para peserta tinggal di asrama dengan jadwal ketat, mulai bangun pukul 05.00 WIB hingga briefing pagi. Penggunaan telepon genggam dibatasi dan hanya diberikan jika nilai harian peserta mencapai target minimal.

BACA JUGA :  Pengendara Motor Tewas Diserempet Mobil di Jalan Armada, Pengemudi Kabur

“Setiap hari ada penilaian, targetnya 80. Kalau satu minggu nilainya baik, baru boleh pegang handphone,” katanya

Terkait kontrak kerja, Dita menjelaskan bahwa pekerja di Jepang umumnya dikontrak selama satu tahun dan dapat diperpanjang berkali-kali.

“Di Jepang itu kebalikannya. Perusahaan yang bertanya apakah pekerja masih mau lanjut atau tidak. Saat wawancara pun, semakin lama mereka ingin bekerja, peluang diterimanya semakin besar,” pungkasnya.***

BACA JUGA :  Misteri Hilangnya Nama Calon Siswa di SPMB Belum Terjawab, Dindikbud Banten Lempar Kewenangan ke Sekolah

Penulis

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan
Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede
Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL
Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam
Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Minta Warga Pakai Masker
Komitmen Efisiensi Energi Berbuah Penghargaan, Banten Raih Juara 2 Nasional
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:00

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Rabu, 9 September 2026 - 22:00

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede

Selasa, 8 September 2026 - 00:04

Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL

Senin, 7 September 2026 - 12:13

Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin

Senin, 7 September 2026 - 12:03

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Berita Terbaru

Ketua komisi II DPRD Pandeglang, Yangto, memberikan keterangan kepada pers, Dok (Gun/Totalbanten.com)

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page