Pemkot Serang Gandeng LPK KJS Bidik 100 Pekerja ke Jepang

Selasa, 3 Februari 2026 - 21:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil walikota Serang, Nur Agis Aulia, bersama LPK KJS, (Doc: Totalbanten)

Wakil walikota Serang, Nur Agis Aulia, bersama LPK KJS, (Doc: Totalbanten)

TOTALBANTEN.COM, SERANG – Pemkot Serang Bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Kokusai Jinzai Support (KJS), Guna menargetkan sedikitnya 100 warga kota serang dapat difasilitasi untuk berkarier di Jepang pada tahun 2026.

Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, mengatakan Pemerintah Kota Serang berkomitmen memfasilitasi warga yang ingin bekerja ke luar negeri, khususnya Jepang.

BACA JUGA :  Distribusi Sampah dari Tangsel ke TPA Cilowong Bakal Dikawal TNI dan Polisi Militer

Arahan tersebut, kata Agis, merupakan target langsung dari Wali Kota Serang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Insyaallah Pak Wali berkomitmen memfasilitasi warga Kota Serang untuk berkarier ke luar negeri, khususnya Jepang. Targetnya minimal 100 orang,” ujar agis kepada waryawan, Selasa (3/3/2026).

Untuk merealisasikan target itu, Pemkot Serang menggandeng LPK Kokusai Jinza Support (KJS) yang telah menjadi mitra pemerintah kota selama hampir empat tahun terakhir.

BACA JUGA :  Dari Serang ke Panggung Nasional: Jalan Panjang Najwa Khaira Menjemput Mimpi

“Alhamdulillah, kami sudah memiliki mitra yang berjalan hampir empat tahun, yaitu KJS,” Katanya.

Direktur LPK Kokusai Jinzai Support, Dita Widya Oktavia, mengatakan hingga saat ini KJS telah memberangkatkan lebih dari 40 hingga 50 warga Kota Serang, seluruhnya bekerja di Jepang.

“Pada pemberangkatan terakhir, sebanyak 10 peserta telah mengikuti pelatihan” katanya

BACA JUGA :  PT Jaya Dinasty Indonesia Mulai Urus PBG Kawasan Industri di Sawah Luhur Serang

Penulis

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan
Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede
Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL
Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam
Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Minta Warga Pakai Masker
Komitmen Efisiensi Energi Berbuah Penghargaan, Banten Raih Juara 2 Nasional
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:00

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Rabu, 9 September 2026 - 22:00

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede

Selasa, 8 September 2026 - 00:04

Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL

Senin, 7 September 2026 - 12:13

Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin

Senin, 7 September 2026 - 12:03

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Berita Terbaru

Ketua komisi II DPRD Pandeglang, Yangto, memberikan keterangan kepada pers, Dok (Gun/Totalbanten.com)

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page