TOTALBANTEN.COM, SERANG – Kota Serang tengah berada di titik persimpangan sejarah ekonomi. Ibu kota Provinsi Banten ini sedang berupaya melepas citra sebagai kota administratif murni menjadi pusat pertumbuhan ekonomi vertikal dan manufaktur. Masuknya investasi asing senilai Rp 650 miliar di utara kota serta kebijakan gedung bertingkat hingga 30 lantai menjadi motor penggerak transformasi tersebut.
Sepanjang semester pertama tahun 2025, denyut ekonomi di ‘Kota Madani’ ini menunjukkan performa yang cukup stabil. Berdasarkan data realisasi investasi dari DPMPTSP, Kota Serang telah menyerap modal sebesar Rp 607,09 miliar, atau sekitar 68,44 persen dari target tahunan yang dipatok di angka Rp 887,06 miliar.
Meski demikian, data menunjukkan adanya fluktuasi tajam. Setelah mencapai puncak pada Triwulan II dengan realisasi Rp 287,65 miliar, angka investasi melambat secara drastis pada Triwulan III menjadi Rp 101,16 miliar. Perlambatan ini menjadi sinyal bagi pemerintah daerah untuk segera mengeksekusi komitmen investasi besar guna menutup selisih target sebesar Rp 279,9 miliar di penghujung tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kecamatan Kasemen kini menjadi pusat perhatian. Kelurahan Sawah Luhur, yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan dengan luas lahan basah mencapai 7.418,6 hektar, kini mulai bersiap menerima karakter ekonomi baru: industri manufaktur.
Dalam Peraturan Dearah (Perda) Kota Serang, nomor 8 tahun 2020 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2020-2040, Kecamatan Kasemen, khususnya Sawah Luhur memang diperuntukan untuk Kawasan Industri.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






