Namun, pertumbuhan vertikal ini menuntut kesiapan infrastruktur bawah tanah dan aksesibilitas. Pemerintah kota berencana melakukan pelebaran jalan kota secara masif, dari rata-rata lebar 8 meter menjadi 15 meter untuk menampung lonjakan beban kendaraan di masa depan.
Di sisi lain, sektor pariwisata tetap menjadi “raksasa tidur” dengan potensi nilai investasi fantastis mencapai Rp 55 triliun di kawasan pesisir dan cagar budaya Banten Lama. Rencana pembangunan resort, taman rekreasi, hingga rest area berbasis syariah diharapkan menjadi penyeimbang arus modal industri.
Satu hal yang perlu diantisipasi adalah dinamika harga lahan. Saat ini, harga tanah di Kota Serang berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 1 juta per meter persegi, bahkan melonjak hingga Rp 2,5 juta di area cagar budaya. Tingginya harga lahan akibat spekulasi bisa menjadi batu sandungan bagi investor yang membutuhkan lahan skala besar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keberhasilan Kota Serang mencapai target investasi 2025 bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan ujian bagi pemerintah kota dalam mengelola transisi dari kota berbasis agraria dan jasa kecil, menjadi kota industri dan metropolis vertikal yang tetap memegang teguh identitas budayanya.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com






