Mas Iman menjelaskan, tingginya angka putus sekolah ini bersifat multidimensi. Faktor ekonomi, lingkungan sosial, hingga pergeseran nilai budaya menjadi pemicu utama.
“Kurangnya dukungan lingkungan sekitar terhadap pentingnya pendidikan formal masih menjadi hambatan besar,” ujar Mas Iman.
Ia menyoroti masih adanya pola pikir pragmatis di sebagian masyarakat yang memprioritaskan kebutuhan ekonomi jangka pendek di atas investasi pendidikan jangka panjang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kondisi ekonomi yang menghimpit, pendidikan sering kali dipandang sebagai beban finansial daripada solusi untuk memutus rantai kemiskinan sistemik.
Hingga penghujung tahun 2025, masalah ini masih menjadi rapor merah yang memerlukan penanganan lintas sektor.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






