Selain itu, kader juga diberikan edukasi tentang teknik penyimpanan menggunakan freezer untuk menjaga mutu produk dan mendukung keberlanjutan kegiatan.
Dari aspek kemasyarakatan, kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dan kolaborasi lintas sektor. Hal ini menunjukkan adanya keberlanjutan program di tingkat akar rumput.
“Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus memperkuat efektivitas program pemerintah melalui peran kader sebagai penggerak lokal,” ujar Rina Octavia, SST., Bd., M.Kes.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami bangga wilayah kami menjadi lokasi kegiatan seperti ini. Awalnya ikan payus hanya dibuat bontot, ternyata bisa jadi makanan sehat yang disukai anak-anak,” tutur Iroh Maghfiroh, perwakilan kader.
Kegiatan ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. Para kader tidak hanya memahami pentingnya gizi seimbang dan pencegahan stunting, tetapi juga berhasil mempraktikkan keterampilan mengolah bahan pangan lokal menjadi menu sehat bagi balita.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal menuju kemandirian kader dalam memanfaatkan potensi pangan lokal untuk pencegahan stunting,” ujar Leni Halimatusyadiah, Ketua Pelaksana.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya