Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dan penyuluhan, yang dihadiri Kepala Kelurahan Cilaku, Yati Nurhayati, kader posyandu, serta ibu balita. Materi penyuluhan disampaikan oleh Rina Octavia dan membahas secara mendalam mengenai stunting dan gizi. Peserta juga mengisi pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan.
Tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi, pelatihan pembuatan Katsu Ikan Payus kemudian dilaksanakan dengan melibatkan kader posyandu dan perangkat kelurahan. Pelatihan dipandu langsung oleh Leni Halimatusyadiah, SST., Bd., M.Kes.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan ilmu sekaligus keterampilan praktis bagi kader. Produk seperti Katsu Ikan Payus bukan hanya bergizi, tetapi juga disukai anak-anak,” ungkap Yati Nurhayati, Lurah Cilaku.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para kader dibimbing mulai dari pemilihan bahan, penggilingan ikan, pencampuran adonan, hingga proses penggorengan higienis. Setelah demonstrasi, dilakukan uji organoleptik (uji rasa dan penerimaan). Hasilnya menunjukkan bahwa produk katsu disukai karena memiliki rasa gurih alami dan tekstur lembut.
Kegiatan ini dijalankan dengan perencanaan dan pembagian tugas yang jelas. Kader posyandu bertanggung jawab dalam pengadaan bahan baku, sementara tim dosen menyiapkan peralatan, panduan pelatihan, dan monitoring pasca pelatihan.
Monitoring dilakukan secara digital melalui grup WhatsApp, di mana kader mengirimkan dokumentasi hasil produksi katsu dan distribusinya ke posyandu.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya