Testimoni serupa datang dari Arif Bahtiar, pedagang daging yang mengaku awam teknologi. Baginya, layanan tatap muka ini adalah jembatan yang sangat berarti.
“Saya orang awam yang tidak melek digital, jadi dengan pelayanan seperti ini sangat terbantu sekali. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Tangerang,” ujarnya.
Antusiasme ini menjadi cerminan bahwa masih banyak pelaku UMKM di pasar tradisional yang kesulitan mengakses layanan pemerintah secara digital. Mereka adalah kelompok yang selama ini menjadi target ‘gap’ antara kebijakan dan implementasi di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengakui, program ini adalah misi mendesak untuk menjangkau para UMKM yang belum terdata.
Dari total 125 ribu UMKM di Kota Tangerang, baru 102 ribu yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Masih ada sekitar 23 ribu UMKM yang belum memiliki legalitas resmi.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






