TANGERANG – Tersembunyi di Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, sebuah permata bernama Pulau Cangkir menawarkan lebih dari sekadar pemandangan indah.
Pulau seluas 4,5 hektare ini adalah perpaduan unik antara destinasi wisata religi dan pesona alam bahari, menjadikannya magnet bagi para peziarah dan pelancong dari berbagai daerah.
Namanya yang menyerupai cangkir konon terinspirasi dari bentuknya, sebuah keunikan yang menambah daya tarik tersendiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jejak Spiritual Sang Pangeran
Daya tarik utama Pulau Cangkir adalah keberadaan Makam Pangeran Jaga Lautan, yang nama aslinya adalah Syekh Waliyuddin.
Beliau dikenal sebagai seorang ulama besar dan terkemuka dari Banten, bahkan disebut sebagai anak dari salah satu Kesultanan Banten dan cucu dari Sunan Gunung Jati.
Makam inilah yang menjadi alasan utama mengapa Pulau Cangkir tak pernah sepi dari pengunjung, terutama rombongan peziarah yang datang untuk perjalanan spiritual dan refleksi diri.
Tak jauh dari makam Syekh Waliyuddin, sekitar 5 hingga 10 meter dari bibir pantai, terdapat sumur kembar yang dikeramatkan masyarakat setempat, dinamai Sulanjani dan Sulanjana.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






