TOTALBANTEN.COM, SERANG – Di tengah bentang luas lahan pertanian serta potensi kelautan yang tersebar di berbagai wilayah, struktur ekonomi Provinsi Banten hingga kini masih memperlihatkan ketimpangan komposisi antarsektor.
Sektor industri pengolahan tetap menjadi penopang utama perekonomian daerah, sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih berada pada porsi yang relatif kecil meski memiliki basis sumber daya yang besar.
Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 Triwulan I 2026 mencatat perekonomian Banten mencapai Rp144,96 triliun, tumbuh sekitar 5,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp137,22 triliun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas ekonomi riil di berbagai sektor masih bergerak positif. Namun di balik capaian tersebut, struktur ekonomi Banten tetap menunjukkan ketergantungan yang kuat pada sektor industri pengolahan.
Lapangan usaha ini mencatat nilai tambah sebesar Rp47,69 triliun atau sekitar 32,9 persen dari total PDRB daerah.
Angka tersebut menempatkan industri sebagai motor utama ekonomi Banten, jauh meninggalkan sektor-sektor berbasis sumber daya alam.
Sebaliknya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan hanya menyumbang sekitar Rp9,03 triliun atau 6,2 persen dari total PDRB.
Kontribusi ini berarti lebih dari lima kali lebih kecil dibandingkan sektor industri pengolahan, meski sektor primer tersebut menjadi tumpuan hidup sebagian masyarakat di wilayah selatan Banten seperti Lebak dan Pandeglang.
Kondisi ini menegaskan adanya ketidakseimbangan antara potensi dan kontribusi ekonomi. Banten memiliki hamparan lahan pertanian yang luas serta garis pantai yang panjang dengan potensi perikanan tangkap maupun budidaya.
Editor : Imam Maulana
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya








