Namun, nilai tambah yang dihasilkan sektor-sektor tersebut belum mampu mengimbangi dominasi kawasan industri yang terkonsentrasi di Tangerang Raya, Cilegon, dan Kabupaten Serang.
Dominasi Industri dan Struktur Ekonomi yang Terkonsentrasi
Dominasi sektor industri pengolahan tidak terlepas dari berkembangnya kawasan-kawasan industri strategis di Banten bagian utara dan tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aktivitas manufaktur di kawasan tersebut tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga menghasilkan nilai tambah ekonomi dalam skala besar dibandingkan sektor primer.
Di bawah industri pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, menjadi penyumbang terbesar kedua dengan nilai Rp18,81 triliun. Sektor ini juga mencatat pertumbuhan dari Rp17,84 triliun pada Triwulan I 2025.
Sektor konstruksi menyusul dengan nilai Rp14,73 triliun, meningkat dari Rp14,43 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini mencerminkan masih berlanjutnya aktivitas pembangunan infrastruktur dan properti di berbagai wilayah Banten.
Sementara itu, sektor real estate turut mencatat pertumbuhan menjadi Rp12,61 triliun dari sebelumnya Rp12,18 triliun. Aktivitas ini mengindikasikan masih adanya pergerakan pada pasar perumahan dan properti, terutama di wilayah penyangga Jakarta.
Pada kelompok jasa, sektor informasi dan komunikasi menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten. Nilainya mencapai Rp10,21 triliun, naik dari Rp9,71 triliun pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini sejalan dengan perluasan layanan digital, penggunaan internet, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi berbasis informasi.
Sektor transportasi dan pergudangan juga mengalami peningkatan dari Rp8,48 triliun menjadi Rp9,65 triliun. Kenaikan ini erat kaitannya dengan meningkatnya mobilitas barang dan manusia yang menopang aktivitas perdagangan serta industri.
Editor : Imam Maulana
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya








