TOTALBANTEN.COM, TANGERANG – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyoroti polemik evaluasi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan yang belakangan menjadi perhatian publik.
Ketua DEMA UIN Jakarta, Achmad Hafizh, menilai polemik tersebut dipicu ketidaksinkronan informasi yang disampaikan Pemerintah Kota Tangerang Selatan kepada publik.
Ia menyebut terdapat perbedaan keterangan dari sejumlah pihak terkait proses evaluasi Sekda, terutama mengenai penerbitan Surat Keputusan (SK) hasil evaluasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Banyak kerancuan dan ketidakterbukaan informasi dari pemerintah daerah. Ada pernyataan yang berubah-ubah dan tidak sinkron antara pihak-pihak yang menyampaikan,” kata Hafizh, Minggu (31/5/2026).
Ia mencontohkan, pada 19 Mei 2026 pemerintah daerah sempat menyampaikan bahwa SK hasil evaluasi Sekda akan segera diterbitkan. Namun, belakangan muncul informasi bahwa SK tersebut telah ditandatangani sejak 8 Mei 2026.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya








