TOTALBANTEN.COM, SERANG – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Banten menargetkan penyaluran 13 ton beras biofortifikasi kepada masyarakat yang mengalami kerawanan pangan dan kekurangan nutrisi, khususnya kandungan zinc.
Untuk memastikan bantuan pangan tersebut benar-benar sampai kepada penerima manfaat, DKP Banten menggandeng PT Pos Indonesia sebagai transporter atau pihak yang bertanggung jawab dalam proses distribusi beras ke wilayah yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Nasir, mengatakan target penyaluran bantuan beras biofortifikasi pada tahun ini mencapai 13 ton.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tahun ini kita target 13 ton,” ucap Nasir, Rabu (9/9/2026).
Nasir menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari intervensi pemerintah terhadap persoalan kerawanan pangan yang dipetakan melalui peta kerentanan pangan di Provinsi Banten.
Beras yang disalurkan bukan sekadar beras biasa. DKP Banten menargetkan beras biofortifikasi yang memiliki kandungan zinc dan diperuntukkan bagi masyarakat yang mengalami kekurangan nutrisi tersebut.
“Iya, ada kegiatan intervensi terkait rawanan pangan sesuai dengan peta kerentanan pangan. Nah, itu kan beras bio fortifikasi untuk ibu-ibu yang kekurangan zinc sebanyak 13 ton,” kata Nasir.
Menurut Nasir, keberadaan transporter menjadi bagian penting agar distribusi bantuan tidak berhenti pada proses pengadaan, tetapi benar-benar diterima masyarakat yang menjadi sasaran.
“Penyaluran bantuan ini harus ada transporter. Nah, makanya kita kerja sama dengan PT Pos agar beras ini betul-betul sampai ke penerima manfaat secara baik sehingga tidak ada kendala,” tutur Nasir.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya