Jejak Pengkhianatan dan Runtuhnya Daulat Lada di Banten

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:27

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Reruntuhan bangunan Surosowan Banten. (Dok)

TOTALBANTEN.COM, SERANG – Di bawah reruntuhan batu karang Istana Surosowan yang kini membisu, pernah berdenyut pusat perdagangan dunia yang membuat kekuatan-kekuatan Eropa gemetar.

Namun, sejarah mencatat bahwa kejatuhan sebuah bangsa sering kali tidak dimulai dari gempuran meriam asing di garis pantai, melainkan dari retakan di meja makan keluarga.

Sejarah kolonialisme di Nusantara kerap kali menunjuk Juni 1596 sebagai titik mula Belanda menginjakkan kaki di Nusantara, sekarang Indonesia.

Kala itu, empat kapal di bawah komando Cornelis de Houtman bersandar di pelabuhan Banten. Dalam catatan Eerste Schipvaart, Belanda terperangah melihat sebuah emporium yang mereka juluki sebagai ‘Venesia dari Timur’.

Bagi Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC), Banten bukan sekadar mitra dagang, tapi adalah rintangan bagi ambisi monopoli.

Persaingan ini mencapai titik panas saat Sultan Ageng Tirtayasa naik takhta. Ia bukan hanya seorang penguasa, melainkan arsitek kedaulatan yang membangun kanal irigasi raksasa dan memodernisasi militer dengan bantuan tenaga ahli lintas bangsa.

Di bawah kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa, Banten adalah pelabuhan bebas perdagangan yang menantang hegemoni Batavia.

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MTQ ke-55 Kabupaten Serang Dibuka, LPTQ Siapkan Bibit Baru Menuju Puncak Prestasi
Dinsos Banten Dorong KPM Berdaya dan Mandiri Lewat Program Pembinaan Lanjut
Syarifudin Salwani Kunjungi Pengungsi TPA Jatiwaringin, Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Sampah Menumpuk di Stadion Badak Pandeglang, Laskar Biru Turun Tangan, Warga Soroti DLH
Festival Anyer–Panarukan, Kabupaten Serang Hidupkan Kembali Jejak Sejarah yang Menyatukan Pulau Jawa
Andra Soni Sesumbar di Exciting Banten Festival 2026: Anyer Harus Kembali Jadi Top of Mind Wisatawan
Menyusuri Jejak Leluhur di Laut Carita, Ribuan Warga Tumpah Ruah Ikuti Ruwat Laut
Di Pantai Anyer, Festival Ini Tak Sekadar Hiburan: Warga Bisa Berobat, Urus KTP hingga Dapat Beasiswa
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silahkan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:07

MTQ ke-55 Kabupaten Serang Dibuka, LPTQ Siapkan Bibit Baru Menuju Puncak Prestasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:09

Dinsos Banten Dorong KPM Berdaya dan Mandiri Lewat Program Pembinaan Lanjut

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:36

Syarifudin Salwani Kunjungi Pengungsi TPA Jatiwaringin, Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:35

Sampah Menumpuk di Stadion Badak Pandeglang, Laskar Biru Turun Tangan, Warga Soroti DLH

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:42

Festival Anyer–Panarukan, Kabupaten Serang Hidupkan Kembali Jejak Sejarah yang Menyatukan Pulau Jawa

Berita Terbaru

Exit mobile version