Masuk Tahun Kedua Andra-Dimyati Nahkodai Banten; Ruang Fiskal Menyempit, APBD Kian Tertekan

Senin, 7 September 2026 - 09:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peneliti Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan, Gian Kasogi, (Dok)

Peneliti Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan, Gian Kasogi, (Dok)

Peneliti Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan, Gian Kasogi, menilai tren penurunan kapasitas fiskal tersebut harus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Banten.

Menurutnya, persoalan utama bukan semata mengenai nominal APBD yang mengalami penurunan, melainkan bagaimana pemerintah merespons kondisi tersebut melalui kebijakan yang tepat.

“Yang perlu menjadi perhatian bukan semata-mata angka APBD yang turun. Persoalan utamanya adalah bagaimana pemerintah merespons tren tersebut. Ketika ruang fiskal semakin terbatas, pemerintah harus memiliki strategi yang jelas untuk menentukan prioritas pembangunan,” kata Gian, Senin (7/9/2026).

Ia menilai pemerintahan Andra-Dimyati menghadapi tantangan untuk mampu melakukan koreksi terhadap arah kebijakan fiskal daerah.

Sebab, tanpa langkah korektif yang jelas, tren penurunan pendapatan akan berdampak terhadap fleksibilitas pemerintah dalam menjalankan program pembangunan.

“Pertanyaan publik tentu sederhana, apa langkah korektif yang sudah dilakukan untuk membalikkan kondisi ini? Karena kalau tren penurunan terus berlanjut, pemerintah akan semakin sulit memiliki fleksibilitas dalam membiayai program-program prioritas,” ujarnya.

BACA JUGA :  DPRD Banten Siapkan Payung Hukum Baru, Dari Perlindungan Guru sampai Reformasi BUMD

Gian menekankan, Banten sebenarnya memiliki modal ekonomi yang besar. Sebagai salah satu daerah dengan konsentrasi kawasan industri, aktivitas perdagangan dan potensi investasi yang tinggi, Banten seharusnya memiliki peluang untuk memperkuat kapasitas pendapatannya.

Karena itu, ia mempertanyakan sejauh mana potensi ekonomi tersebut telah dioptimalkan menjadi kekuatan fiskal daerah.

“Ini harus dievaluasi, apakah potensi ekonomi tersebut sudah benar-benar memberikan kontribusi maksimal terhadap kemampuan fiskal daerah. Jangan sampai ekonominya tumbuh, industrinya berkembang, tetapi kapasitas pemerintah untuk membiayai pembangunan justru semakin menyempit,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Gunung Anak Krakatau Erupsi, Warga Pesisir Banten Panik, Lansia dan Balita Diungsikan

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Andra-Dimyati Belum Mampu Tingkatkan APBD Banten
Kemendagri Wajibkan Penandaan Tematik, Berapa Anggaran untuk Kemiskinan Banten 2027?
TPT Kabupaten Serang Tetap Tinggi Meski Turun 0,2 Persen
Data Perceraian di Banten Tinggi; Dipicu Perselisihan, Ekonomi, Judi Hingga Murtad
Banten Menuju Fase Penduduk Menua, Bonus Demografi Masih Jadi Modal Utama

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:30

Masuk Tahun Kedua Andra-Dimyati Nahkodai Banten; Ruang Fiskal Menyempit, APBD Kian Tertekan

Senin, 7 September 2026 - 01:43

Andra-Dimyati Belum Mampu Tingkatkan APBD Banten

Sabtu, 5 September 2026 - 16:49

Kemendagri Wajibkan Penandaan Tematik, Berapa Anggaran untuk Kemiskinan Banten 2027?

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:27

TPT Kabupaten Serang Tetap Tinggi Meski Turun 0,2 Persen

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:44

Data Perceraian di Banten Tinggi; Dipicu Perselisihan, Ekonomi, Judi Hingga Murtad

Berita Terbaru

Ketua komisi II DPRD Pandeglang, Yangto, memberikan keterangan kepada pers, Dok (Gun/Totalbanten.com)

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page