“Komite ini dibentuk oleh para alumni, warga sekitar sekolah, aktivis, dan juga tokoh masyarakat. Kami secara tegas menolak rencana relokasi sekolah untuk kemudian dijadikan lahan parkir,” ujarnya.
Deni juga menyoroti dampak relokasi terhadap siswa dan orang tua. Jika sekolah dipindahkan ke lokasi yang lebih jauh, siswa yang selama ini mendapatkan akses pendidikan relatif dekat dengan tempat tinggal berpotensi harus menempuh perjalanan lebih jauh.
Kondisi tersebut, menurut dia, secara tidak langsung dapat menambah beban ekonomi keluarga, terutama bagi orang tua yang harus menanggung biaya transportasi anak setiap hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Orang tua siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah akhirnya harus mengeluarkan biaya ekstra untuk ongkos,” katanya.
Lebih lanjut, Deni menegaskan sikap Komite Penyelamat SMPN 4 Kota Serang bukan berarti menolak pembangunan maupun investasi di Kota Serang.
Namun, ia mempertanyakan pilihan kebijakan apabila pembangunan fasilitas parkir harus dilakukan dengan mengorbankan bangunan sekolah yang memiliki nilai sejarah dan masih berkaitan langsung dengan kebutuhan pendidikan masyarakat.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







