“Orang-orang yang sakit ginjal HD ini awalnya adalah dari sakit ginjal yang meningkat di usia-usia muda. Jadi, kita menyiapkan bukan untuk menambah pasien ber-HD, cuma kita meningkatkan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan itu,” kata Rachmat.
Tambah 10 Alat HD
Untuk memperkuat pelayanan, RSDP meningkatkan kapasitas fasilitas hemodialisis dari sebelumnya 30 menjadi 40 unit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain penambahan sarana, rumah sakit juga meluncurkan buku kendali pasien HD. Buku tersebut digunakan untuk membantu pemantauan pasien yang menjalani cuci darah secara berkala.
“Dalam menangkal peningkatan penyakit ginjal HD paling penting adalah peningkatan pelayanan terhadap pasien kita. Ini arahan dari Bupati untuk selalu meningkatkan mutu pelayanan dan prasarananya. HD yang cuci darah itu ditingkatkan. Dari 30 tempat tidur, dari 30 alat sekarang menjadi 40 alat sampai 40 tempat tidur,” ujar Rachmat.
“Selain itu, kita membuat suatu inovasi agar supaya pasien itu selalu terkontrol dengan cara membuat buku kendali pasien untuk pasien HD, untuk pasien cuci darah,” lanjutnya.
RSDP selama ini juga menjadi salah satu rumah sakit rujukan bagi pasien dari sejumlah daerah. Selain Kabupaten Serang dan Kota Serang, pasien juga datang dari Pandeglang hingga Lebak.
Namun, keterbatasan kapasitas membuat rumah sakit tidak dapat langsung menerima seluruh pasien yang membutuhkan layanan HD.
“Kita memang salah satu rumah sakit rujukan, jadi kita tetap menerima karena trennya menyeluruh di Indonesia, terutama di Banten. Tadi kita sudah wawancara juga, pasien banyak yang dari Kota Serang, Kabupaten Serang, lalu dari Pandeglang, dan Rangkas ada,” katanya.
Rachmat menjelaskan, dengan kapasitas 40 unit, pasien harus menyesuaikan dengan ketersediaan slot pelayanan.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







