TOTALBANTEN.COM, SERANG – Rumah Sakit dr. Dradjat Prawiranegara (RSDP) Kabupaten Serang menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan layanan hemodialisis (HD) atau cuci darah.
Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya jumlah pasien yang membutuhkan layanan HD, termasuk pasien dari sejumlah wilayah di Banten.
Direktur RSDP Kabupaten Serang Rachmat Setiadi mengatakan, tingginya kebutuhan layanan HD menjadi salah satu alasan rumah sakit meningkatkan kapasitas pelayanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, dalam sehari pelayanan HD dapat melayani puluhan pasien dalam beberapa shift. Jika dihitung berdasarkan frekuensi tindakan dan jumlah pasien, kebutuhan layanan dapat mencapai ratusan pasien.
“Pasien sehari itu kita ada dua shift, satu shift-nya 40. Berarti kalau dua itu ada 80. Nah, dilakukan ada yang satu hari, ada yang dua hari. Kalau dua hari saja itu sudah ada 160, sekitar 100, 200 sampai 300 pasien per hari,” kata Rachmat saat peringatan HUT ke-88 RSDP di aula rumah sakit, Kamis (20/8/2026).
Rachmat mengatakan, hal yang menjadi perhatian bukan hanya jumlah pasien, tetapi perubahan kelompok usia yang membutuhkan layanan tersebut. Menurutnya, dalam dua hingga tiga tahun terakhir mulai terlihat pasien dengan usia lebih muda.
“Usianya itu sekarang dalam posisi sudah tua, jadi menengah ke atas. Tapi setelah hampir dua dan tiga tahun ini trennya adalah menengah ke bawah. Artinya, umur-umurnya dari 40 tahun ke bawah. Dari umur 20, 30, 40, 50 itu. Jadi, yang nge-tren usia produktif, kita sangat disayangkan,” ujarnya.
Rachmat menyebut pola konsumsi makanan sebagai salah satu faktor yang perlu menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak usia muda.
“Faktor penyebabnya satu yang paling penting itu makanan. Tadi yang saya bilang, empat sehat lima sempurna itu penting sekali, terutama buat anak-anak kita,” tuturnya.
Ia menegaskan, peningkatan kapasitas HD yang dilakukan RSDP bukan semata-mata untuk menambah jumlah pasien, melainkan sebagai langkah antisipasi terhadap kebutuhan layanan kesehatan ke depan.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







