Jegal Lonjakan Pasien Hemodialisis, RSDP Tambah Alat HD dan Luncurkan Buku Kendali

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur RSDP Deradjat Prawiranegara Rachmat Setiadi (dok;Ipung).

Direktur RSDP Deradjat Prawiranegara Rachmat Setiadi (dok;Ipung).

TOTALBANTEN.COM, SERANG – Rumah Sakit dr. Dradjat Prawiranegara (RSDP) Kabupaten Serang menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan layanan hemodialisis (HD) atau cuci darah.

Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya jumlah pasien yang membutuhkan layanan HD, termasuk pasien dari sejumlah wilayah di Banten.

Direktur RSDP Kabupaten Serang Rachmat Setiadi mengatakan, tingginya kebutuhan layanan HD menjadi salah satu alasan rumah sakit meningkatkan kapasitas pelayanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, dalam sehari pelayanan HD dapat melayani puluhan pasien dalam beberapa shift. Jika dihitung berdasarkan frekuensi tindakan dan jumlah pasien, kebutuhan layanan dapat mencapai ratusan pasien.

BACA JUGA :  Bayangan Kemiskinan di Bawah Slogan 'Serang Bahagia' Potret Rumah Rapuh yang Terlupakan

“Pasien sehari itu kita ada dua shift, satu shift-nya 40. Berarti kalau dua itu ada 80. Nah, dilakukan ada yang satu hari, ada yang dua hari. Kalau dua hari saja itu sudah ada 160, sekitar 100, 200 sampai 300 pasien per hari,” kata Rachmat saat peringatan HUT ke-88 RSDP di aula rumah sakit, Kamis (20/8/2026).

BACA JUGA :  Pelantikan Pejabat Pemkab Serang Digelar di Kampung Seni, Ini Tujuannya!

Rachmat mengatakan, hal yang menjadi perhatian bukan hanya jumlah pasien, tetapi perubahan kelompok usia yang membutuhkan layanan tersebut. Menurutnya, dalam dua hingga tiga tahun terakhir mulai terlihat pasien dengan usia lebih muda.

“Usianya itu sekarang dalam posisi sudah tua, jadi menengah ke atas. Tapi setelah hampir dua dan tiga tahun ini trennya adalah menengah ke bawah. Artinya, umur-umurnya dari 40 tahun ke bawah. Dari umur 20, 30, 40, 50 itu. Jadi, yang nge-tren usia produktif, kita sangat disayangkan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Rotasi Besar-besaran, Bupati Serang Lantik 21 Pejabat Eselon II; Enam Posisi Strategis Segera Dilelang

Rachmat menyebut pola konsumsi makanan sebagai salah satu faktor yang perlu menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak usia muda.

“Faktor penyebabnya satu yang paling penting itu makanan. Tadi yang saya bilang, empat sehat lima sempurna itu penting sekali, terutama buat anak-anak kita,” tuturnya.

Ia menegaskan, peningkatan kapasitas HD yang dilakukan RSDP bukan semata-mata untuk menambah jumlah pasien, melainkan sebagai langkah antisipasi terhadap kebutuhan layanan kesehatan ke depan.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede
Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL
Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam
Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Minta Warga Pakai Masker
Komitmen Efisiensi Energi Berbuah Penghargaan, Banten Raih Juara 2 Nasional
Mahasiswa UI Dorong Panglimaja Jadi Senjata Warga Tegalmaja Lawan Pengangguran
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami.

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:00

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede

Selasa, 8 September 2026 - 00:04

Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL

Senin, 7 September 2026 - 12:13

Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin

Senin, 7 September 2026 - 12:03

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Minggu, 6 September 2026 - 16:09

Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page