Tenaga Ahli Pemprov Banten Capai 1.853, BEMNus; Rekrutmen Tertutup, Medsos Banyak Diisi Acara Seremonial

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEMNus Banten saat audiensi dengan Pemerintah Provinsi Banten terkait belanja tenaga ahli yang menjadi sorotan publik. (Total Banten)

BEMNus Banten saat audiensi dengan Pemerintah Provinsi Banten terkait belanja tenaga ahli yang menjadi sorotan publik. (Total Banten)

Koordinator BEM Nusantara Cilegon, Syafa’atul Amin, menilai keberadaan tenaga ahli IT dalam jumlah besar semestinya dapat terlihat dari kualitas komunikasi digital pemerintah kepada masyarakat.

Namun, menurut pria yang akrab disapa Aat tersebut, yang terlihat justru lebih banyak publikasi kegiatan seremonial.

“Yang kami lihat di media sosial masing-masing OPD itu kebanyakan kegiatan-kegiatan seremonial. Tidak ada tuh bicara soal anggaran pemerintah, mekanisme pelayanan dan hal-hal lainnya yang sebenarnya perlu diketahui publik. Lalu apa dampaknya kepada masyarakat,” kata Aat, Sabtu (8/8/2026).

Menurut dia, media sosial pemerintah semestinya tidak hanya menjadi ruang dokumentasi kegiatan pejabat, tetapi juga sarana menyampaikan informasi yang menyangkut kepentingan masyarakat.

“Masyarakat bukan hanya perlu tahu pejabat hadir di acara apa. Masyarakat juga perlu tahu anggarannya digunakan untuk apa, bagaimana mekanisme pelayanannya dan informasi apa yang bisa diakses masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pemprov Lirik Potensi Jutaan Mahasiswa di Banten, Jajaki Kerjasama Diaspora

Aat juga menyoroti, informasi mengenai proses perekrutan tenaga ahli yang tidak terlihat diumumkan secara terbuka melalui kanal media sosial resmi Pemerintah Provinsi Banten maupun pemberitaan.

“Saya juga baru tahu sekarang kalau ada tenaga ahli,” katanya.

Menurut Aat, persoalannya bukan mengenai boleh atau tidaknya pemerintah menggunakan tenaga ahli. Yang perlu dijelaskan adalah bagaimana orang-orang yang dibayar menggunakan APBD tersebut dipilih.

BACA JUGA :  Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik

“Kalau memang dibutuhkan, seharusnya masyarakat juga bisa mengetahui. Ada pengumuman, ada persyaratan, ada kualifikasi, kemudian jelas siapa yang dipilih dan apa pekerjaannya,” ujarnya.

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan
Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede
Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL
Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam
Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Minta Warga Pakai Masker
Komitmen Efisiensi Energi Berbuah Penghargaan, Banten Raih Juara 2 Nasional

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:00

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Rabu, 9 September 2026 - 22:00

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede

Selasa, 8 September 2026 - 00:04

Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL

Senin, 7 September 2026 - 12:13

Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin

Senin, 7 September 2026 - 12:03

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Berita Terbaru

Ketua komisi II DPRD Pandeglang, Yangto, memberikan keterangan kepada pers, Dok (Gun/Totalbanten.com)

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page