“Publik tidak pernah melihat ada pengumuman rekrutmen, seleksi terbuka, ataupun proses kompetisi untuk mengisi posisi tenaga ahli. Lalu pertanyaannya sederhana, siapa yang direkrut dan bagaimana mereka bisa masuk?,” kata Qolb di kantor Total Banten, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, hingga kini masyarakat belum memperoleh penjelasan mengenai mekanisme perekrutan, persyaratan kompetensi, proses seleksi, maupun dasar penetapan individu yang mengisi 184 paket pekerjaan tenaga ahli tersebut.
“Kalau mekanismenya tertutup, wajar kalau publik bertanya. Jangan salahkan masyarakat apabila muncul dugaan bahwa proses itu hanya mengakomodasi orang-orang tertentu. Dugaan itu hanya bisa dipatahkan dengan keterbukaan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Qolby menduga, tenaga ahli hanya merekrut orang-orang dekat Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Berdasarkan penelusurannya, sejumlah orang yang pernah menjadi tim sukses atau orang dekatnya disinyalir menempati posisi sebagai tenaga ahli.
“Temuan-temuan ini yang menguatkan dugaan kami kenapa rekrutmen tenaga ahli di Pemprov Banten bobrok dan titipan,” katanya.
Editor : Andre S Negara
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







