45 Hektar Sawah di Pamarayan Gagal Panen, BPP Sebut Cuaca Ekstrem dan Dorong Normalisasi Saluran Air

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cuaca Ekstrem dan  Normalisasi Saluran Air Sebabkan 45 Hektar Sawah Desa Binong Kecamatan Pamarayan Kekeringan dan Gagal Panen dok(Pung/totalbanten.com).

Cuaca Ekstrem dan Normalisasi Saluran Air Sebabkan 45 Hektar Sawah Desa Binong Kecamatan Pamarayan Kekeringan dan Gagal Panen dok(Pung/totalbanten.com).

TOTALBANTEN.COM, SERANG – Sedikitnya 45 hektar lahan persawahan di Desa Binong, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, mengalami gagal panen akibat kekeringan. Kondisi tersebut terjadi di tengah musim kemarau yang berkepanjangan dan berdampak pada pasokan air untuk lahan pertanian.

Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Pamarayan menilai kekeringan yang terjadi bukan disebabkan persoalan teknis di tingkat petani, melainkan dampak cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah di Indonesia.

BACA JUGA :  Misteri Pemecatan Relawan SPPG Panyirapan 3 Masih Bergulir, Diduga Tak Sesuai Prosedur

Koordinator BPP Kecamatan Pamarayan, Dinur Rahmatullah, mengatakan fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Kecamatan Pamarayan, tetapi juga dirasakan di sejumlah daerah lain yang bergantung pada ketersediaan air irigasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Memang sekarang kita sedang memasuki musim kemarau. Jadi bukan hanya Kecamatan Pamarayan saja, tetapi hampir merata terjadi di berbagai daerah di Indonesia,” kata Dinur saat dihubungi, Sabtu (25/7/2026).

BACA JUGA :  Dindikbud Kabupaten Serang Tak Pakai DTSEN dalam SPMB 2026, Salah Kaprah?

Menurut Dinur, minimnya curah hujan menyebabkan debit air di saluran irigasi menurun sehingga lahan pertanian tidak memperoleh pasokan air yang cukup.

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kopi Nalar Temukan Celah dalam Raperda Bangunan Gedung Kabupaten Serang
THM yang Disengel Kembali Beroperasi, Ketua DPRD Kota Serang Desak Penegakan Hukum Tak Berhenti pada Sidak
BEM Nus Banten Soroti Sikap Diam Gubernur atas Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar
“Kami Seperti Dicekik” Nelayan Pesisir Banten Kritik Reklamasi Bojonegara, Minta Negara Hadir
Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar
72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang
Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen
Forum Anak Sampaikan Lima Tuntutan, Pemprov Banten Janji Wujudkan Aspirasi Forum Anak.
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami.

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:31

45 Hektar Sawah di Pamarayan Gagal Panen, BPP Sebut Cuaca Ekstrem dan Dorong Normalisasi Saluran Air

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:42

Kopi Nalar Temukan Celah dalam Raperda Bangunan Gedung Kabupaten Serang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:57

THM yang Disengel Kembali Beroperasi, Ketua DPRD Kota Serang Desak Penegakan Hukum Tak Berhenti pada Sidak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:44

BEM Nus Banten Soroti Sikap Diam Gubernur atas Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:19

“Kami Seperti Dicekik” Nelayan Pesisir Banten Kritik Reklamasi Bojonegara, Minta Negara Hadir

Berita Terbaru