“Kami Seperti Dicekik” Nelayan Pesisir Banten Kritik Reklamasi Bojonegara, Minta Negara Hadir

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:19

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Pesisir Bojonegara, Kabupaten Serang tampak dari udara. (Foto: Citra Satelit)

FKPN juga mengaitkan reklamasi dengan dugaan perubahan dinamika pesisir utara Banten. Menurut Kholid perubahan bentang pantai diduga turut memengaruhi arus laut yang berpotensi mempercepat abrasi dan banjir rob di sejumlah wilayah seperti Pontang, Tirtayasa, Tanara, hingga kawasan pesisir utara Banten lainnya.

“Daratan Bojonegara terus bertambah akibat reklamasi, sementara di tempat lain garis pantai terus terkikis. Ini bukan lagi persoalan satu desa atau satu kecamatan, tetapi sudah menjadi persoalan ekologis satu bentang pesisir utara Banten,” katanya.

“Kami Seperti Dicekik”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di balik perdebatan mengenai investasi dan pembangunan, masyarakat pesisir mengaku menghadapi perubahan yang mereka rasakan setiap hari. Perwakilan masyarakat Bojonegara, Endang, menggambarkan kondisi tersebut dengan kalimat sederhana.

“Kami seperti dicekik. Gunung-gunung dikeruk sampai habis meninggalkan lubang-lubang besar. Laut kami ditimbun. Debu setiap hari kami hirup. Ruang tangkap semakin sempit. Hasil tangkapan terus menurun. Celakanya masyarakat yang protes malah dikriminalisasi. Padahal kami hanya ingin hidup layak di tanah dan laut kami sendiri.”

Pernyataan itu menggambarkan bahwa konflik pesisir tidak hanya berkaitan dengan izin atau investasi, tetapi juga menyangkut rasa keadilan masyarakat yang merasa kehilangan ruang hidupnya.

Lima Tuntutan

Dalam audiensi tersebut, FKPN menyampaikan lima tuntutan kepada Kementerian Lingkungan Hidup, yakni melakukan audit lingkungan hidup menyeluruh terhadap seluruh reklamasi di pesisir utara Banten, mengevaluasi seluruh dokumen AMDAL, PKKPRL, UKL-UPL beserta kesesuaiannya dengan RTRW dan KLHS, mengusut dugaan pelanggaran hukum lingkungan dan tata ruang secara transparan, menghentikan sementara aktivitas reklamasi yang berpotensi merusak lingkungan sampai evaluasi selesai, serta menindak setiap pelanggaran melalui sanksi administratif, perdata maupun pidana.

Menanggapi pengaduan tersebut, Staf Ahli Bidang Advokasi dan Penguatan Partisipasi Publik, Yudi Syamhudi Suyuti menyatakan Kementerian Lingkungan Hidup akan berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kehutanan, serta instansi terkait untuk membentuk tim yang akan menindaklanjuti laporan tersebut.

Editor : Andre S Negara

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM
Bupati Serang Jawab Enam Fraksi, Revisi RTRW dan Penyertaan Modal BPR Disorot Enam Fraksi, Begini Jawaban Bupati Serang
Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati
RSDP Serang Evaluasi Layanan IGD untuk Perkuat Mutu Pelayanan Pasien
Bupati Serang Sasar Pemerataan Infrastruktur hingga Pelosok Desa, 26 Ruas Jalan Diusulkan ke Provinsi
Jalan Desa Jadi Prioritas, Pemkab Serang Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Masyarakat
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serang Molor Dua Jam, Fraksi PDI-P Enggan Bacakan Pandangan Umum
Kecewa Audiensi Ditunda, Aktivis KNPI Sisir Ruangan Pimpinan DPRD Pandeglang

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:08

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:30

Bupati Serang Jawab Enam Fraksi, Revisi RTRW dan Penyertaan Modal BPR Disorot Enam Fraksi, Begini Jawaban Bupati Serang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:18

Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:59

RSDP Serang Evaluasi Layanan IGD untuk Perkuat Mutu Pelayanan Pasien

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:00

Bupati Serang Sasar Pemerataan Infrastruktur hingga Pelosok Desa, 26 Ruas Jalan Diusulkan ke Provinsi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

Exit mobile version