Dengan demikian, dalam rentang tiga tahun APBD Banten mengalami penyusutan sekitar Rp1,46 triliun, sementara anggaran jasa tenaga ahli justru terus bertambah.
Perlu diketahui, belanja jasa tenaga ahli umumnya digunakan untuk mendukung penyusunan kebijakan, kajian teknis, pendampingan program, konsultasi, penelitian, hingga kebutuhan tenaga profesional yang tidak tersedia dalam struktur aparatur sipil negara (ASN).
Sebagian besar organisasi perangkat daerah telah memiliki aparatur yang bertugas dalam bidang perencanaan, pengawasan, penelitian, maupun penyusunan kebijakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Total Banten masih terus menggali data dan informasi lebih jauh terkait kenaikan belanja tenaga ahli tersebut.
Editor : Imam Maulana








