Pemprov Siapkan Skenario Antisipasi Penurunan Pendapatan pada APBD Banten 2027

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Dokumen APBD Provinsi Banten, (Dok)

Ilustrasi: Dokumen APBD Provinsi Banten, (Dok)

“Angka tersebut merupakan simulasi awal sebagai bagian dari skenario perencanaan fiskal. TAPD masih melakukan pendalaman terhadap berbagai asumsi makro dan kebijakan pusat. Pagu final akan ditetapkan setelah seluruh proses pembahasan APBD selesai,” ujarnya.

Meski terdapat kemungkinan tekanan terhadap pendapatan daerah, Pemprov memastikan program prioritas tetap menjadi perhatian utama dalam penyusunan APBD 2027.

BACA JUGA :  Aktivis Soroti Tunjangan DPRD Pandeglang Rp33,88 Miliar di Tengah Fiskal yang Bergantung pada Pusat

Rina menjelaskan, strategi yang disiapkan antara lain mengoptimalkan PAD, meningkatkan efektivitas dan efisiensi belanja daerah, memprioritaskan program yang berdampak langsung kepada masyarakat, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Strateginya adalah optimalisasi PAD, meningkatkan efektivitas dan efisiensi belanja, memprioritaskan program yang berdampak langsung pada masyarakat, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan pihak lainnya,” katanya.

BACA JUGA :  Hadiri World Clean Up Day di Serang, Menteri Hanif Faisol Desak Kolaborasi Nasional Atasi Sampah

Mengenai sektor yang berpotensi terdampak apabila APBD 2027 mengalami penurunan, Rina menegaskan belum ada keputusan terkait pos anggaran mana yang akan disesuaikan.

Namun demikian, ia memastikan sektor pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Belum ada keputusan mengenai sektor tertentu. Prinsipnya, pelayanan dasar pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik tetap menjadi prioritas. Penyesuaian akan dilakukan secara selektif terhadap belanja yang dapat ditunda atau dioptimalkan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kadinkes Banten Viral Lagi, Pengamat Sarankan Konsultasi ke Psikiater

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar
72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang
Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen
Forum Anak Sampaikan Lima Tuntutan, Pemprov Banten Janji Wujudkan Aspirasi Forum Anak.
Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus
Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik
TPT Kabupaten Serang Tetap Tinggi Meski Turun 0,2 Persen
Gubernur Banten Alokasikan Rp10,8 Miliar untuk Bangun Jembatan di Serang, Ditargetkan Rampung November 2026

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:33

Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:57

72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:27

Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:45

Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:50

Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik

Berita Terbaru