Namun, harapan untuk melanjutkan pendidikan sempat pupus setelah ia tidak lolos seleksi masuk SMA Negeri 6 Pandeglang melalui jalur domisili.
“Saya sempat bingung mau sekolah di mana,” katanya.
Kondisi itu membuat ayahnya khawatir. Dengan penghasilan sebagai buruh bangunan, menyekolahkan Hafidz di sekolah swasta bukan perkara mudah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Harapan kembali muncul ketika seorang teman memberi tahu bahwa SMK PGRI Pandeglang menjadi salah satu sekolah peserta Program Sekolah Gratis Pemerintah Provinsi Banten. Informasi itu segera disampaikan kepada sang ayah, sementara proses pendaftaran dibantu pamannya.
Kini Hafidz resmi menjadi siswa baru SMK PGRI Pandeglang. Keluarganya hanya perlu menanggung biaya perlengkapan sekolah, sementara biaya SPP ditanggung melalui program tersebut.
“Program ini sangat membantu keluarga saya. Ayah sekarang bisa lebih fokus bekerja karena tidak lagi memikirkan biaya sekolah saya,” ujarnya.
Sebelum kembali bekerja ke Tangerang, sang ayah selalu berpesan agar Hafidz belajar dengan sungguh-sungguh, tidak memilih-milih sekolah, menjaga adiknya, serta bergaul dengan lingkungan yang baik.
Saat diminta menyampaikan pesan kepada ayahnya, suara Hafidz mulai bergetar.
“Buat ayah, semangat kerjanya. Jaga kesehatan. Semoga Allah selalu melimpahkan rezeki buat ayah,” katanya.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya