Namun di lapangan, truk-truk tambang masih terlihat melintas pada siang hari, terutama di ruas Jalan Raya Cilegon-Kramatwatu dan Bojonegara-Puloampel.
Bagi Adul, situasi itu menjadi tantangan tersendiri. Ukuran kendaraan yang jauh lebih besar membuat ruang gerak semakin terbatas, terutama ketika truk melintas beriringan atau saat jalan sedang padat.
“Percuma ada aturan tapi tidak ada penegakan dari pemerintahnya,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga sekitar, Saeful Yani menyebut
aktivitas kendaraan tambang masih berlangsung hampir sepanjang hari. Ia dan warga lainnya merasa terganggu dengan kondisi tersebut.
“Itu lihat rumah-rumah warga berdebu semua,” kata dia.
Keluhan masyarakat terhadap aktivitas angkutan tambang bukan persoalan baru. Selain kemacetan, warga juga mengeluhkan debu yang menempel di rumah-rumah, kerusakan jalan akibat kendaraan bertonase besar, serta meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas.
Editor : Imam Maulana
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







