TOTALBANTEN.COM, SERANG – Tingginya ketergantungan masyarakat Banten terhadap program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dinilai menunjukkan dua sisi realitas yang harus menjadi perhatian pemerintah.
Di satu sisi, program jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu masih sangat dibutuhkan. Namun di sisi lain, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat di sejumlah wilayah masih perlu ditingkatkan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten menunjukkan rata-rata 73,85 persen penduduk di kabupaten dan kota se-Provinsi Banten tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan PBI, yakni kelompok yang iurannya ditanggung pemerintah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Angka ini menegaskan bahwa BPJS PBI masih menjadi instrumen utama perlindungan kesehatan masyarakat.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Yeremia Mendrofa, menilai tingginya jumlah peserta PBI harus dibaca tidak hanya sebagai keberhasilan perluasan cakupan jaminan kesehatan, tetapi juga sebagai cerminan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
“Fakta bahwa mayoritas warga Banten masih mengandalkan BPJS PBI untuk memperoleh layanan kesehatan menunjukkan program jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu masih sangat dibutuhkan. Namun kondisi ini juga menjadi alarm bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat di sejumlah wilayah Banten masih perlu ditingkatkan melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, dan program pengentasan kemiskinan yang lebih tepat sasaran,” ujar Yeremia kepada Total Banten, Senin (22/6/2026).
Menurut dia, tingginya ketergantungan terhadap bantuan iuran pemerintah menunjukkan bahwa akses kesehatan dan kesejahteraan masyarakat masih memiliki keterkaitan yang kuat. Karena itu, kebijakan kesehatan perlu berjalan beriringan dengan program peningkatan ekonomi masyarakat.
Yeremia juga menyoroti adanya ketimpangan tingkat kepesertaan BPJS PBI di berbagai daerah di Banten. Perbedaan kondisi ekonomi dan tingkat kemiskinan dinilai menjadi faktor yang memengaruhi kebutuhan masyarakat terhadap program bantuan kesehatan.
Editor : Imam Maulana
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya