TOTALBANTEN.COM, SERANG – Pagi itu, sinar matahari bebas menerobos celah-celah dinding rumah Kartika di Kampung Tegal Sari, Desa Binong, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang.
Bukan karena jendela yang lebar atau ventilasi yang memadai, melainkan karena banyak bagian rumah yang sudah lapuk dimakan usia.
Selama lebih dari 20 tahun, Kartika bersama suaminya, Edi Suhaedi, dan kedua anak mereka bertahan hidup di rumah sederhana yang kondisinya jauh dari kata layak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Atap yang bocor saat hujan, dinding yang mulai rapuh, hingga lantai yang seadanya menjadi bagian dari keseharian keluarga tersebut.
Meski hidup dalam keterbatasan, Kartika dan Edi tidak pernah berhenti berharap. Mereka hanya bisa memperbaiki bagian rumah yang rusak sedikit demi sedikit sesuai kemampuan ekonomi keluarga.
Namun penghasilan Edi sebagai buruh serabutan membuat impian memiliki rumah layak huni terasa begitu jauh.
Harapan itu mulai menemukan jalannya pada 4 Mei 2026. Hari itu menjadi titik balik bagi keluarga kecil tersebut ketika program bedah rumah dimulai.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya