Dominasi industri juga memperlihatkan ketimpangan spasial yang masih menjadi persoalan lama di Banten. Kawasan utara berkembang sebagai pusat manufaktur dan perdagangan, sementara wilayah selatan masih bergantung pada sektor primer.
Menurut Hady, ketimpangan pembangunan antara utara dan selatan Banten masih terlihat jelas. Kota Cilegon, Kabupaten Serang, dan Tangerang Raya menikmati pertumbuhan ekonomi yang ditopang investasi industri, sedangkan Lebak dan Pandeglang masih mengandalkan pertanian dan perikanan.
Ia menilai industrialisasi yang berkembang selama ini belum sepenuhnya bersifat inklusif karena manfaat ekonomi belum terdistribusi secara merata ke seluruh wilayah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini menunjukkan masih lemahnya integrasi antara sektor industri dengan sektor pertanian dan perikanan. Padahal keterhubungan antarsektor sangat penting agar manfaat pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan lebih luas,” katanya.
Selain persoalan pemerataan wilayah, ketergantungan terhadap industri juga menyimpan risiko tersendiri. Ketika terjadi perlambatan ekonomi global, gangguan rantai pasok internasional, fluktuasi harga energi, maupun pelemahan nilai tukar, sektor industri menjadi salah satu yang paling rentan terdampak.
Apalagi sebagian industri pengolahan masih bergantung pada bahan baku impor sehingga sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi global.
Potensi Besar yang Belum Bernilai Tambah
Di sisi lain, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan justru mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi. Pada Triwulan I 2026, sektor ini tumbuh sekitar 17,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, pertumbuhan tersebut belum mampu mengubah struktur ekonomi secara signifikan karena nilai tambah yang dihasilkan masih relatif rendah.
Hady menilai persoalan utama sektor primer di Banten bukan terletak pada minimnya potensi, melainkan belum optimalnya proses hilirisasi.
Sebagian besar hasil pertanian dan perikanan masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai ekonomi yang diperoleh petani dan nelayan relatif terbatas.
Editor : Imam Maulana
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya