Aktivis Soroti Tunjangan DPRD Pandeglang Rp33,88 Miliar di Tengah Fiskal yang Bergantung pada Pusat

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung DPRD Kabupaten Pandeglang. (FOTO; Guntur/Total Banten)

Gedung DPRD Kabupaten Pandeglang. (FOTO; Guntur/Total Banten)

“Jangan sampai tunjangan DPRD terus naik, tetapi disiplin, kehadiran, dan kualitas pengawasannya justru dipertanyakan publik. Uang rakyat harus dibayar dengan kinerja yang terukur, bukan hanya dengan status jabatan,” tegasnya.

Sorotan terhadap anggaran DPRD muncul di tengah kondisi fiskal Pandeglang yang masih menghadapi tantangan besar. Dalam APBD 2026, total pendapatan daerah tercatat sebesar Rp2,69 triliun.

BACA JUGA :  DPRD Pandeglang Realisasikan Aspirasi Warga, Jalan di Banjar dan Cimanuk Dibangun Lewat Dana Pokir

Namun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya mencapai Rp336,13 miliar atau sekitar 12,5 persen. Sementara Rp2,35 triliun atau 87,5 persen masih berasal dari transfer pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada saat yang sama, struktur APBD juga masih didominasi belanja pegawai yang mencapai Rp1,427 triliun atau sekitar 53 persen dari total anggaran.

BACA JUGA :  Sebanyak 1.165 Kendaraan Dinas di Pandeglang Belum Bayar Pajak

Sebaliknya, belanja modal yang berkaitan langsung dengan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik hanya sekitar Rp57,93 miliar atau 2,1 persen dari APBD.

Kondisi tersebut memunculkan perdebatan mengenai prioritas penggunaan anggaran daerah, terutama ketika berbagai persoalan mendasar seperti infrastruktur, pendidikan, kemiskinan, dan pelayanan publik masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan.

BACA JUGA :  Diresmikan Jadi Destinasi Wisata, Status Penguasaan Pulau Lima oleh Swasta Dipertanyakan

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua DPRD Pandeglang, Tb Agus Khatibul Umam, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan terkait kenaikan anggaran gaji dan tunjangan DPRD tahun 2026.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan
Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung
Komisi IV DPRD Banten Dalami Proyek Jembatan Rp10,88 Miliar di Carenang yang Roboh
Raperda Kepariwisataan Kota Serang: Pasal Bertabrakan, Sanksi Kabur dan Berpotensi Tabrak Kultur
PKS Desak Bupati Pandeglang Segera Terbitkan Perbup Anti-LGBT, Klaim Penyimpangan Seksual Sudah Mengkhawatirkan
DPRD Pandeglang Dorong Perda Penyimpangan Seksual, Fraksi PPP Ancam Coret Anggota yang Menolak
PKB Usung Prabowo Nomics, Mulyadhi Sebut Pandeglang Butuh Intervensi Pusat untuk Dongkrak Ekonomi
Kekeringan Kembali Melanda Pandeglang, DPRD Tagih Solusi Permanen dari Pemkab

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:00

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Minggu, 6 September 2026 - 16:09

Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:32

Komisi IV DPRD Banten Dalami Proyek Jembatan Rp10,88 Miliar di Carenang yang Roboh

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:21

Raperda Kepariwisataan Kota Serang: Pasal Bertabrakan, Sanksi Kabur dan Berpotensi Tabrak Kultur

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:37

PKS Desak Bupati Pandeglang Segera Terbitkan Perbup Anti-LGBT, Klaim Penyimpangan Seksual Sudah Mengkhawatirkan

Berita Terbaru

Ketua komisi II DPRD Pandeglang, Yangto, memberikan keterangan kepada pers, Dok (Gun/Totalbanten.com)

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page