Aktivis Soroti Tunjangan DPRD Pandeglang Rp33,88 Miliar di Tengah Fiskal yang Bergantung pada Pusat

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung DPRD Kabupaten Pandeglang. (FOTO; Guntur/Total Banten)

Gedung DPRD Kabupaten Pandeglang. (FOTO; Guntur/Total Banten)

Dalam dokumen APBD 2026, anggaran tersebut antara lain terdiri atas tunjangan kesejahteraan sebesar Rp13,01 miliar, tunjangan perumahan Rp12,72 miliar, tunjangan transportasi Rp9,03 miliar, tunjangan komunikasi intensif Rp6,30 miliar, serta sejumlah komponen lainnya yang melekat pada hak keuangan pimpinan dan anggota DPRD.

Bagi Khoirul, besarnya anggaran tersebut harus dibarengi dengan tingkat kehadiran, disiplin, dan produktivitas kerja yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

BACA JUGA :  Langkah Tegas DPRD Banten; Hapus Anggaran Sosper Rp67 Miliar untuk Dukung Program Kerakyatan

Ia menyoroti masih adanya rapat paripurna yang tidak dihadiri secara penuh oleh anggota DPRD. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, agenda paripurna disebut mengalami keterlambatan pelaksanaan karena menunggu kehadiran anggota dewan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sering melihat rapat paripurna yang tidak dihadiri secara penuh oleh anggota DPRD, bahkan dalam beberapa kesempatan mengalami keterlambatan pelaksanaan. Kondisi seperti ini tentu menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas penggunaan anggaran yang terus meningkat setiap tahunnya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Malapetaka Reklame Ilegal di Tangerang Selatan; 14 Rumah Rusak, Dua Orang Terluka!

Menurut dia, tunjangan bukan sekadar hak yang melekat pada jabatan, melainkan instrumen yang diberikan negara untuk menunjang pelaksanaan tugas kedewanan. Karena itu, masyarakat berhak mengetahui sejauh mana anggaran yang dialokasikan berbanding lurus dengan capaian kinerja DPRD.

Ia mendorong DPRD membuka secara transparan data mengenai tingkat kehadiran anggota, produk peraturan daerah yang dihasilkan, hasil pengawasan terhadap pemerintah daerah, serta capaian kerja lainnya yang dapat diukur secara objektif.

BACA JUGA :  Belanja Sewa Gedung dan Bangunan Pemkab Serang Capai Belasan Miliar, Paling Gemuk Diserap Hotel

Khoirul juga mempertanyakan efektivitas pemberian tunjangan perumahan yang nilainya mencapai Rp12,72 miliar. Secara filosofis, kata dia, tunjangan tersebut diberikan agar anggota DPRD dapat menjalankan tugas secara optimal dan hadir dalam agenda-agenda resmi kelembagaan.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM
Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati
Kecewa Audiensi Ditunda, Aktivis KNPI Sisir Ruangan Pimpinan DPRD Pandeglang
DPRD Banten Kawal Pemutakhiran Data Kesejahteraan Agar Bansos Tepat Sasaran
Komisi V DPRD Banten Fasilitasi Mediasi Sengketa Lahan SMAN 1 Kabupaten Tangerang
Pedagang Pasar Pandeglang Mengaku Dipungut 6 Kali Sehari, DPRD Soroti Pengelolaan Parkir Jalan Yumaga
Rencana Kerja DPRD Banten Tahun 2027 Rampung Dibahas, Apa Saja?
Wakil Ketua DPRD Banten Barhum Buka Jalan Tindak Lanjut Aspirasi Pendamping Koperasi

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:08

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:18

Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:02

Kecewa Audiensi Ditunda, Aktivis KNPI Sisir Ruangan Pimpinan DPRD Pandeglang

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:12

DPRD Banten Kawal Pemutakhiran Data Kesejahteraan Agar Bansos Tepat Sasaran

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:33

Komisi V DPRD Banten Fasilitasi Mediasi Sengketa Lahan SMAN 1 Kabupaten Tangerang

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page