Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai pembagian pemanfaatan air dari sumber Sukacai dan Citaman antara kebutuhan pelayanan air minum perpipaan dan kebutuhan industri AMDK.
Febriyanto mengakui pemetaan terkait alokasi pemanfaatan air tersebut masih dilakukan.
“Untuk capaian pemanfaatan air per kubik saat ini masih dalam proses pemetaan. Harapannya pemanfaatannya bisa maksimal dan tidak mengganggu kebutuhan air bersih masyarakat,” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Al Bantani Eli Mulyadi menjelaskan bahwa pengembangan AMDK merupakan bagian dari diversifikasi usaha untuk mengoptimalkan potensi sumber mata air yang dimiliki perusahaan.
“Selama ini kami fokus pada pelayanan air bersih melalui perpipaan. Ke depan kami ingin mengembangkan potensi sumber mata air agar memberikan nilai tambah ekonomi,” kata Eli.
Editor : Imam Maulana








