Kenaikan Dolar Tak Tampak di Desa, Tapi Terasa dalam Sebungkus Tempe di Serang

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Produksi tempe di Kabupaten Serang, Banten terdampak kenaikan dolar, meski kata Presiden Prabowo masyarakat desa tak menggunakan dolar. (Dok. Total Banten)

Produksi tempe di Kabupaten Serang, Banten terdampak kenaikan dolar, meski kata Presiden Prabowo masyarakat desa tak menggunakan dolar. (Dok. Total Banten)

TOTALBANTEN.COM, SERANG – Pagi belum sepenuhnya datang di Kampung Lebak, Desa Sambilawang, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang. Asap tipis masih menggantung dari tungku rebusan kedelai di rumah produksi milik Mursidin.

Di dapur sederhana itu, lelaki paruh baya tersebut mulai membuka satu demi satu bungkus tempe hasil fermentasi semalaman. Tangannya bergerak perlahan, nyaris otomatis. Pekerjaan itu telah ia lakukan sejak 1995.

BACA JUGA :  Dua Begal Motor Bersenjata di Cikande Ditangkap Polres Serang

Sekilas, tak ada yang berubah dari rumah produksi kecil itu. Bau kayu bakar bercampur aroma kedelai rebus masih memenuhi ruangan. Tumpukan ember dan plastik pembungkus tersusun di sudut dapur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, bagi Mursidin, keadaan sebenarnya telah banyak berubah, terutama ketika nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

BACA JUGA :  Tambang Diduga Ilegal di Kragilan Disegel, Mendes Yandri; Material Dijual ke PIK

Beberapa hari terakhir, publik ramai membicarakan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut masyarakat desa tidak menggunakan dollar sehingga dinilai tidak terlalu terdampak gejolak kurs.

“Rakyat desa tak pakai dolar, kok,” ujar Prabowo.

Bagi Mursidin, dolar memang tidak pernah hadir dalam bentuk lembaran uang hijau. Ia tak pernah berurusan dengan transaksi valuta asing, pasar modal, ataupun kebijakan moneter. Namun, dampak kenaikan dollar, menurut dia, terasa hampir setiap hari di dapur produksinya.

BACA JUGA :  DPRD Beri Catatan Satu Tahun Kinerja Bupati Serang

“Harga kedelai ikut naik kalau dolar naik,” kata Mursidin, Selasa (19/5/2026).

Ia mengaku tidak memahami istilah ekonomi makro seperti cadangan devisa atau intervensi pasar. Akan tetapi, ia memahami betul bagaimana perubahan kurs perlahan menggerus ruang hidup pelaku usaha kecil.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Serang Perkuat UMKM Lewat Empat Strategi, Bupati Minta Pendampingan hingga Naik Kelas
FORTEGIF Sulap Bahan Sisa Limbah Jadi Pupuk Organik
Pasca Verval 75 Kopdes Rampung 100 Persen dan Siap Beroperasi
Sebelum Beroperasi, 75 KDMP Kabupaten Serang Diuji Kelayakannya Mulai Besok
Pemkab Serang Batasi Bantuan UEP, Hanya 1.200 UMKM Masuk Target
SPPG di Kabupaten Serang Capai 243, Sebagian Belum Punya Sertifikat Higiene
12.800 Penerima Bansos di Kabupaten Serang Terindikasi Judi Online, 400 Diantaranya Ajukan Sanggah
Kader Gerindra di Banten Dilaporkan Soal Investasi Emas, RM; Ngaku Tak Melakukan
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:33

Pemkab Serang Perkuat UMKM Lewat Empat Strategi, Bupati Minta Pendampingan hingga Naik Kelas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:38

FORTEGIF Sulap Bahan Sisa Limbah Jadi Pupuk Organik

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:01

Pasca Verval 75 Kopdes Rampung 100 Persen dan Siap Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 - 18:28

Sebelum Beroperasi, 75 KDMP Kabupaten Serang Diuji Kelayakannya Mulai Besok

Senin, 28 September 2026 - 20:07

Pemkab Serang Batasi Bantuan UEP, Hanya 1.200 UMKM Masuk Target

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page