Kenaikan Dolar Tak Tampak di Desa, Tapi Terasa dalam Sebungkus Tempe di Serang

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:00

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Produksi tempe di Kabupaten Serang, Banten terdampak kenaikan dolar, meski kata Presiden Prabowo masyarakat desa tak menggunakan dolar. (Dok. Total Banten)

TOTALBANTEN.COM, SERANG – Pagi belum sepenuhnya datang di Kampung Lebak, Desa Sambilawang, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang. Asap tipis masih menggantung dari tungku rebusan kedelai di rumah produksi milik Mursidin.

Di dapur sederhana itu, lelaki paruh baya tersebut mulai membuka satu demi satu bungkus tempe hasil fermentasi semalaman. Tangannya bergerak perlahan, nyaris otomatis. Pekerjaan itu telah ia lakukan sejak 1995.

Sekilas, tak ada yang berubah dari rumah produksi kecil itu. Bau kayu bakar bercampur aroma kedelai rebus masih memenuhi ruangan. Tumpukan ember dan plastik pembungkus tersusun di sudut dapur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, bagi Mursidin, keadaan sebenarnya telah banyak berubah, terutama ketika nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Beberapa hari terakhir, publik ramai membicarakan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut masyarakat desa tidak menggunakan dollar sehingga dinilai tidak terlalu terdampak gejolak kurs.

“Rakyat desa tak pakai dolar, kok,” ujar Prabowo.

Bagi Mursidin, dolar memang tidak pernah hadir dalam bentuk lembaran uang hijau. Ia tak pernah berurusan dengan transaksi valuta asing, pasar modal, ataupun kebijakan moneter. Namun, dampak kenaikan dollar, menurut dia, terasa hampir setiap hari di dapur produksinya.

“Harga kedelai ikut naik kalau dolar naik,” kata Mursidin, Selasa (19/5/2026).

Ia mengaku tidak memahami istilah ekonomi makro seperti cadangan devisa atau intervensi pasar. Akan tetapi, ia memahami betul bagaimana perubahan kurs perlahan menggerus ruang hidup pelaku usaha kecil.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga OPD di Kabupaten Serang Kuasai Separuh Anggaran Sewa Hotel Rp8,31 Miliar
Sewa Hotel Rp8,31 Miliar Kerap di Luar Daerah, Kabag Perekonomian Sentil OPD Kabupaten Serang
Pengamat Soroti Ketimpangan Ekonomi Banten, Meksi Tumbuh 5,64 Persen
Tulang Punggung Ekonomi Banten Ditopang Industri, Sektor Primer Tertinggal di Tengah Potensi Besar
Bidik Pasar Indonesia, AceKid Kenalkan Standar Baru Susu Formula Pertumbuhan
Kejar Target Ekonomi 8 Persen, Wamenkop Ingin Koperasi Desa Merah Putih di Banten Jadi Tulang Punggung
DPRD Desak BPR Serang Cari Terobosan Baru, Kredit Bermasalah Tembus Rp30 Miliar
Debitur Karyawan Kena PHK Jadi Penyumbang Terbesar Kredit Macet di BPR Serang
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:05

Tiga OPD di Kabupaten Serang Kuasai Separuh Anggaran Sewa Hotel Rp8,31 Miliar

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:55

Sewa Hotel Rp8,31 Miliar Kerap di Luar Daerah, Kabag Perekonomian Sentil OPD Kabupaten Serang

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:47

Pengamat Soroti Ketimpangan Ekonomi Banten, Meksi Tumbuh 5,64 Persen

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:51

Tulang Punggung Ekonomi Banten Ditopang Industri, Sektor Primer Tertinggal di Tengah Potensi Besar

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:09

Bidik Pasar Indonesia, AceKid Kenalkan Standar Baru Susu Formula Pertumbuhan

Berita Terbaru

Exit mobile version