Kenaikan Dolar Tak Tampak di Desa, Tapi Terasa dalam Sebungkus Tempe di Serang

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Produksi tempe di Kabupaten Serang, Banten terdampak kenaikan dolar, meski kata Presiden Prabowo masyarakat desa tak menggunakan dolar. (Dok. Total Banten)

Produksi tempe di Kabupaten Serang, Banten terdampak kenaikan dolar, meski kata Presiden Prabowo masyarakat desa tak menggunakan dolar. (Dok. Total Banten)

“Orang tahunya tempe tinggal beli. Padahal prosesnya panjang,” ujar Mursidin.

Di tengah tekanan itu, ia mengaku masih memiliki sedikit ruang bernapas. Belakangan, produksi tempenya meningkat setelah ikut menyuplai kebutuhan program makan bergizi gratis (MBG).

Jika sebelumnya hanya memproduksi sekitar 50 kilogram kedelai per hari, kini jumlahnya mendekati 100 kilogram.

“Alhamdulillah sekarang ada tambahan suplai ke dapur MBG,” katanya.

Meski demikian, keresahan belum benar-benar hilang. Bagi pelaku usaha kecil seperti dirinya, kenaikan dollar bukan persoalan abstrak yang jauh dari kehidupan desa. Dampaknya hadir langsung di meja produksi dan dapur rumah tangga mereka.

Rakyat desa memang tidak berbelanja menggunakan dollar. Namun, ketika rupiah melemah, masyarakat kecil tetap menjadi pihak pertama yang dipaksa menyesuaikan diri.

BACA JUGA :  Ibu Rumah Tangga di Tangerang Ditemukan Terbujur Kaku di Rumah Kontrakan

Ukuran tempe diperkecil, keuntungan ditekan, dan pengeluaran dikurangi agar usaha tetap berjalan.

Menjelang siang, Mursidin kembali menyusun tempe-tempe yang siap dijual ke pasar. Asap rebusan kedelai masih mengepul dari dapurnya. Di tengah nilai tukar yang terus bergerak naik, ia hanya menyimpan harapan sederhana.

“Semoga dollar bisa stabil lagi supaya orang kecil masih bisa terus berkarya,” katanya.

BACA JUGA :  Pemprov Banten Buka Pendaftaran Calon Ketua BAZNAS hingga 22 September, Cek Syaratnya di Sini

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Sampah Menjadi Bahan Bakar, Wamenko Pangan Tinjau RDF Berkapasitas Ribuan Ton di Indah Kiat Serang
Indonesia Butuh 456.000 Talenta Digital per Tahun, Pelatihan Vokasi Diperkuat
Urgensi Logo Baru Bank Banten di Tengah Potensi Belanja Baru
Wirasinga Juara Lomba Desa Kabupaten Pandeglang, Inovasi Opak Antar ke Tingkat Provinsi
10 Tahun Bank Banten; Pembayaran Pajak Digital Masih Numpang Bank BJB, Arus RKUD Bocor?
Tiga OPD di Kabupaten Serang Kuasai Separuh Anggaran Sewa Hotel Rp8,31 Miliar
Sewa Hotel Rp8,31 Miliar Kerap di Luar Daerah, Kabag Perekonomian Sentil OPD Kabupaten Serang
Pengamat Soroti Ketimpangan Ekonomi Banten, Meksi Tumbuh 5,64 Persen
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 13:41

Dari Sampah Menjadi Bahan Bakar, Wamenko Pangan Tinjau RDF Berkapasitas Ribuan Ton di Indah Kiat Serang

Selasa, 1 September 2026 - 15:34

Indonesia Butuh 456.000 Talenta Digital per Tahun, Pelatihan Vokasi Diperkuat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00

Urgensi Logo Baru Bank Banten di Tengah Potensi Belanja Baru

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:39

Wirasinga Juara Lomba Desa Kabupaten Pandeglang, Inovasi Opak Antar ke Tingkat Provinsi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:40

10 Tahun Bank Banten; Pembayaran Pajak Digital Masih Numpang Bank BJB, Arus RKUD Bocor?

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page