Evaluasi Sekda Tangsel Dipersoalkan, Dinilai Cacat Administrasi dan Sarat Intrik Politik

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Tangerang Selatan, Bambang Noertjahyo. (Dok)

Sekretaris Daerah Tangerang Selatan, Bambang Noertjahyo. (Dok)

Di sisi lain, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie membantah adanya kekosongan jabatan maupun persoalan dalam proses evaluasi tersebut.

“Tidak ada kekosongan jabatan, karena lima tahun itu bukan masa jabatan sekda. Tapi setiap lima tahun semua eselon II A harus dievaluasi kinerjanya,” kata Benyamin melalui pesan WhatsApp, Sabtu (16/5/2026).

Sorotan juga datang dari Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis, Ucok Khadafi. Ia menilai keterlambatan pembentukan tim evaluasi membuka ruang dugaan adanya intrik politik birokrasi di lingkungan Pemkot Tangsel.

“Dalam persoalan ini muncul pertanyaan kenapa tim evaluasi kinerja Sekda Tangsel baru ditetapkan oleh wali kota sebulan setelah diusulkan? Kenapa tidak bergerak cepat, mengingat kebutuhan yang mendesak, hingga akhirnya hasil kerja tim evaluasi melewati batas waktu masa jabatan sekda,” ujar Ucok.

Menurut dia, keterlambatan tersebut sulit dilepaskan dari kepentingan politik di balik pengelolaan birokrasi pemerintahan.

BACA JUGA :  Reses di Kecamatan Pamulang, Aly Taufiq: Data Bansos Harus Bersih dan Tepat Sasaran

“Dari situ terlihat jelas intrik politik birokratnya. Begitulah gaya main birokrat mengutak-atik administrasi pemerintahan. Kalau itu memang disengaja atau direncanakan demikian, pertanyaannya kenapa wali kota melakukan itu, apa dia mau bangun dinasti sendiri?” kata Ucok.

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede
Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL
Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam
Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Minta Warga Pakai Masker
Komitmen Efisiensi Energi Berbuah Penghargaan, Banten Raih Juara 2 Nasional
Mahasiswa UI Dorong Panglimaja Jadi Senjata Warga Tegalmaja Lawan Pengangguran
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 00:04

Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL

Senin, 7 September 2026 - 12:13

Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin

Senin, 7 September 2026 - 12:03

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Minggu, 6 September 2026 - 16:09

Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung

Minggu, 6 September 2026 - 15:48

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Minta Warga Pakai Masker

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page