“PT Crown Steel tidak melakukan pengelolaan terhadap limbah B3 maupun non-B3 yang dihasilkan dan melakukan penempatan limbah di lahan terbuka,” kata Lutfi dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5/2026).
Hasil pengecekan lapangan menunjukkan perusahaan memang memiliki bangunan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3.
Namun rincian teknis penyimpanan limbah disebut belum terintegrasi dalam persetujuan lingkungan perusahaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Atas dugaan tersebut, korporasi didakwa melanggar Pasal 103 atau Pasal 104 juncto Pasal 116 juncto Pasal 119 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Pengkampanye Perkotaan Berkeadilan dan Kebijakan Tata Ruang Eknas Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Wahyu Eka Setyawan menilai, pemulihan lingkungan membutuhkan waktu lama.
“B3 sangat tidak memungkinkan kalau dalam waktu 6 bulan, kalau PT Crown Steel itu kayaknya hanya memindahkan limbah saja ke tempat lain, tempat pengelolaan limbah. Bukan pemulihan, kalau pemulihannya cukup lama, karena kontaminasi tanah dan lainnya,” katanya.
Editor : Imam Maulana






