Dinilai Buruk dalam Pelayanan, BPN Pandeglang Dihadiahi Karangan Bunga Protes

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:59

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Karangan bunga yang dikirim masyarakat di depan kantor BPN Pandeglang. (Dok)

TOTALBANTEN.COM, PANDEGLANG – Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pandeglang mendapat sorotan dari warga terkait dugaan buruknya pelayanan administrasi pertanahan. Sejumlah warga memasang karangan bunga protes di depan kantor BPN Pandeglang, Jumat (8/5/2026).

Aksi pemasangan karangan bunga itu dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap pelayanan BPN Pandeglang yang dinilai tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan berpotensi menimbulkan maladministrasi.

Pantauan di lokasi, terdapat dua karangan bunga yang dipasang tepat di depan Kantor BPN Pandeglang. Tulisan dalam karangan bunga tersebut berisi kritik keras terhadap kinerja pelayanan kantor pertanahan itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu karangan bunga bertuliskan, “Turut berduka cita atas wafatnya standar operasional prosedur pelayanan Kantor Pertanahan Nasional Pandeglang oleh Kepala Kantor. Masyarakat korban maladministrasi.”

Sementara karangan bunga lainnya bertuliskan, “Demi keadilan, copot Kepala Kantor Pertanahan Pandeglang, banyak aturan tidak sesuai prosedur. Masyarakat korban maladministrasi.”

Penulis

  • Engkos Kosasih adalah jurnalis dan founder Total Banten. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memulai karier jurnalistik pada awal 2016. Selama menekuni dunia pers, ia fokus pada isu pemerintahan, kebijakan publik, politik daerah, serta persoalan sosial dan lingkungan Banten.

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

45 Hektar Sawah di Pamarayan Gagal Panen, BPP Sebut Cuaca Ekstrem dan Dorong Normalisasi Saluran Air
Kopi Nalar Temukan Celah dalam Raperda Bangunan Gedung Kabupaten Serang
THM yang Disengel Kembali Beroperasi, Ketua DPRD Kota Serang Desak Penegakan Hukum Tak Berhenti pada Sidak
BEM Nus Banten Soroti Sikap Diam Gubernur atas Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar
“Kami Seperti Dicekik” Nelayan Pesisir Banten Kritik Reklamasi Bojonegara, Minta Negara Hadir
Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar
72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang
Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:31

45 Hektar Sawah di Pamarayan Gagal Panen, BPP Sebut Cuaca Ekstrem dan Dorong Normalisasi Saluran Air

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:42

Kopi Nalar Temukan Celah dalam Raperda Bangunan Gedung Kabupaten Serang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:57

THM yang Disengel Kembali Beroperasi, Ketua DPRD Kota Serang Desak Penegakan Hukum Tak Berhenti pada Sidak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:44

BEM Nus Banten Soroti Sikap Diam Gubernur atas Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:19

“Kami Seperti Dicekik” Nelayan Pesisir Banten Kritik Reklamasi Bojonegara, Minta Negara Hadir

Berita Terbaru

Exit mobile version