Kali Ciputat Tangsel Dikubur, Mal BXchange Berdiri Subur; Rumah Warga Hilir Terancam Hancur

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:29

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Dugaan penghilang Kali Ciputat, Kota Tangerang Selatan menjadi sorotan. Mal BXChange diduga sebagai pelaku penghilang kali tersebut. (FOTO; Dok)

Di sisi lain, pengembang kawasan memberikan penjelasan berbeda. Manajemen PT Jaya Real Property (JRP) mengakui adanya perubahan fungsi aliran, namun menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan yang telah melalui proses panjang.

Manajer Perencanaan PT JRP, Virona Pinem, menyatakan bahwa penataan itu telah memiliki dasar perizinan dari pemerintah pusat.

“Prosesnya sudah cukup lama dan sudah melalui arahan serta kajian. Jadi ini bukan perubahan aliran, melainkan penataan. Persepsinya mungkin berbeda karena belum semua mengetahui,” ujar Virona usai rapat dengar pendapat dengan DPRD Tangerang Selatan, 22 April 2026.

Ia juga menepis anggapan bahwa perubahan tersebut berkontribusi terhadap banjir di wilayah Pondok Aren.

“Kalau dibilang itu menjadi penyebab banjir, tentu tidak. Kajian dari ahli di bidang pekerjaan umum sudah dilakukan,” katanya.

Terkait status lahan yang disebut sebagai bagian dari aset negara, pihak pengembang menegaskan bahwa seluruh proses telah mengikuti ketentuan hukum yang berlaku, termasuk mengacu pada keputusan kementerian dan regulasi terkait.

Namun, DPRD Tangerang Selatan melihat persoalan ini belum sepenuhnya terang. Ketua Panitia Khusus Raperda RTRW, Ahmad Syawqi, menyebut terdapat perbedaan pandangan antara hasil kajian pengembang dan temuan lapangan.

“Kami melihat ada perubahan aliran sungai yang nyata terjadi. Sementara pihak pengembang menyatakan sudah memiliki kajian dan persetujuan dari pusat. Ini yang akan kami dalami lebih lanjut,” ujar Syawqi.

Menurut dia, DPRD masih menunggu dokumen pendukung, termasuk terkait status aset sungai sebagai Barang Milik Negara (BMN) dan kewajiban serah terima kepada otoritas sumber daya air.

“Ada beberapa dokumen yang belum kami pegang. Kami akan verifikasi dan bandingkan dengan data dari kementerian terkait,” katanya.

Selain aspek administratif, DPRD juga menyoroti dimensi historis perubahan aliran yang diduga telah terjadi sejak 2011—periode ketika regulasi tata ruang daerah belum terbentuk kuat.

“Perlu ditelusuri bagaimana perubahan itu bisa terjadi dan atas dasar apa. Ini penting agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujar Syawqi.

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede
Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL
Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam
Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Minta Warga Pakai Masker
Komitmen Efisiensi Energi Berbuah Penghargaan, Banten Raih Juara 2 Nasional
Mahasiswa UI Dorong Panglimaja Jadi Senjata Warga Tegalmaja Lawan Pengangguran
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:00

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede

Selasa, 8 September 2026 - 00:04

Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL

Senin, 7 September 2026 - 12:13

Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin

Senin, 7 September 2026 - 12:03

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Minggu, 6 September 2026 - 16:09

Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

Exit mobile version